Jumat, 28 November 2014
Kudapan Manis Saat Sarapan Bikin Cepat Ramping
Kamis, 9 Februari 2012 | 10:13 WIB
|
Share:
shutterstock

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menurunkan berat badan adalah dengan menyantap makanan penutup yang manis seperti cokelat

KOMPAS.com - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa memiliki tubuh yang langsing, salah satunya dengan mengatur pola makan. Dalam penelitian terbaru yang dilakukan Tel Aviv University, terungkap bahwa untuk menurunkan berat badan Anda bisa menyelipkan sepotong kue cokelat saat sarapan. Bagaimana cara kerjanya?

Menyantap puding sebagai salah satu pelengkap sarapan yang mengandung 600 kalori seimbang, termasuk protein dan karbohidrat, dapat membantu Anda untuk menurunkan berat badan lebih banyak, dan mempertahankannya dalam jangka waktu yang panjang. "Kuncinya adalah untuk menikmati makanan di pagi hari ketika metabolisme tubuh berada dalam saat yang paling aktif. Dengan demikian, Anda lebih mampu bekerja lebih giat tanpa perlu menambah ekstra kalori sepanjang hari," ungkap Profesor Daniela Jakubowicz, salah satu peneliti Tel Aviv University.

Namun, ketika sedang diet sebaiknya Anda mencoba untuk menghindari permen, karena kudapan ini bisa menimbulkan kecanduan psikologis untuk makanan yang sama dalam jangka panjang. Sebagai salah satu solusinya, tambahkan item makanan penutup yang manis ketika sarapan untuk mengontrol nafsu makan sepanjang hari.

Dalam studi yang dilakukan selama 32 minggu dan dimuat dalam jurnal Steroid, para peserta eksperimen diharuskan untuk menambahkan makanan penutup manis ketika sarapan, seperti kue cokelat atau puding. Sebelumnya para peserta dibagi menjadi dua kelompok diet dengan asupan kalori identik, yaitu untuk pria 1600 kalori, dan perempuan 1400 kalori per hari. Kelompok pertama diberi diet rendah karbohidrat termasuk sarapan dengan 300 kalori, dan kelompok dua diberi sarapan dengan 600 kalori kaya protein dan karbohidrat, serta diberi makanan penutup yang manis, yaitu cokelat.

Eksperimen ini menghasilkan fakta, rata-rata peserta berhasil menurunkan berat badan sekitar 18 kg (dalam 32 minggu) dibandingkan dengan kelompok yang menghindari makanan tersebut saat sarapan. Sarapan sangat penting untuk menyediakan energi untuk melaksanakan tugas sepanjang hari, membantu fungsi otak, dan meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga sangat penting untuk membantu menurunkan rasa lapar dan memeliharanya lebih lama. "Sarapan merupakan waktu makan yang paling berhasil mengontrol ghrelin, yaitu hormon yang meningkatkan rasa lapar. Hormon ini paling efektif ditekan saat sarapan," ungkap Jakubowicz.

Salah satu tantangan terbesar dalam diet adalah mempertahankan berat tubuh dalam jangka waktu yang lama. Kiat untuk mendapatkannya adalah dengan menyantap proporsi makanan yang lebih tinggi dari kalori harian saat sarapan. Hal ini tidak hanya baik untuk fungsi tubuh, tapi juga meredakan keinginan untuk ngemil," tambahnya. Awalnya saat diet ketat, makanan penutup dan karbohidrat sangat efektif. Namun, lama-kelamaan, pola ini akan membuat Anda menyimpang dari rencana diet dan berakibat pada berat badan yang naik kembali.

Jakubowicz mengatakan, meskipun relawan mengonsumsi jumlah kalori yang sama setiap harinya, namun kekurangan karbohidrat setiap hari akan menimbulkan rasa kurang puas. Jadi untuk mendapatkan tubuh yang langsing dan tahan lama, tambahkan asupan gula dan karbohidrat saat sarapan. "Pada dasarnya, membatasi asupan karbohidrat dan gula lebih baik daripada kekurangan dua bahan tersebut,' bebernya. 


Penulis :
Christina Andhika Setyanti
Editor :
Dini
BERITA LAIN: