Rabu, 16 April 2014
7 Ciri Rambut Sehat
Sabtu, 18 Februari 2012 | 12:15 WIB
|
Share:
REUTERS

Ciri lain dari rambut yang sehat adalah dapat bergerak dengan mudah karena teksturnya lembut.

KOMPAS.com - Pernahkah Anda secara sengaja atau tidak sengaja mencabut rambut? Apakah pada bagian akar terdapat sesuatu berwarna putih? Hm... jangan mengira ini pertanda akar rambut yang sehat. Sebab, bagian putih tersebut adalah lemak. Semakin banyak lemak, artinya semakin berminyak rambut Anda. Rambut yang berminyak tentu tidak akan terlihat indah dan sehat. Penumpukan minyak pada kulit kepala, apabila bercampur dengan kotoran atau debu, akan mengakibatkan munculnya ketombe.

Lantas apa ciri-ciri rambut yang sehat?

* Kulit kepala sehat. Rambut yang sehat tentu berawal dari kulit kepala yang sehat. Selain bersih dari debu dan kotoran lain, ada satu hal yang bisa jadi penanda bahwa rambut Anda tumbuh dengan sehat. "Kulit kepala yang sehat itu setiap porinya mengandung tiga batang rambut. Kalau cuma ada satu batang rambut, pasti ada masalah," ujar Martin Jimmy, General Manager Sales Akasha Wira International, saat launching Vorsatz Complete Hairloss Treatment System di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (16/2/2012) lalu.

Tumbuhnya tiga helai rambut dalam satu pori tentu akan membuat rambut terlihat lebat. Sebaliknya, pori yang hanya ditumbuhi satu batang rambut, akan membuat rambut terlihat tipis. Bayangkan jika rambut Anda mengalami kerontokan, tentu akan ada banyak spot yang kosong di pori-pori dan kulit kepala. Bila tidak dirawat, lama-kelamaan kepala Anda akan membotak di beberapa tempat.

* Tekstur lembut. Menurut Mayo Clinic, ciri lain dari rambut yang sehat adalah dapat bergerak dengan mudah karena teksturnya lembut. Pewarna rambut dengan bahan kimia, perawatan rambut, dan penataan rambut sehari-hari akan mengelupaskan tepi kutikula dari batang rambut.

* Berkilau. Kilau rambut disebabkan karena lapisan terluar dari batang rambut memantulkan cahaya. Kerusakan pada kutikula rambut menyebabkan rambut mengembang dan menghalangi kilau tersebut. Sisa-sisa produk perawatan rambut di kulit kepala dan rambut juga menghalangi kilaunya. Karena itu, bilas rambut dengan cermat seusai keramas.

* Kerontokan ringan. Nggak salah, nih? Ternyata tidak. Normalnya, orang akan kehilangan 50-100 helai rambut dalam sehari, demikian menurut American Academy of Dermatology. Kerontokan ringan ini tidak akan terlihat karena rata-rata orang memiliki sekitar 100.000 helai rambut. Bila kerontokan yang terjadi lebih dari 100 helai dalam sehari, kemungkinan penyebabnya adalah stres atau faktor-faktor lain.

* Elastis. Bukan hanya kulit yang elastis, tetapi juga rambut. Artinya, rambut tidak mudah patah hanya karena tertarik atau terkena sisir. Rambut yang rapuh tentu tidak elastis lagi. Menurut Hair Health Spotlight di Men's Magazine, hal ini disebabkan antara lain oleh pola makan yang buruk, kekurangan vitamin seperti zat besi, biotin, dan protein.

* Tidak kusut ketika basah. Rambut yang sangat kering, dengan kutikula yang rusak, akan sulit disisir meskipun dalam keadaan basah. Hal ini disebabkan tepi kutikula mengelupas dari batang rambut dan menyebabkan gesekan, demikian disampaikan American Chemical Society. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan kondisioner, yang dirancang untuk melapisi batang rambut dan melembutkan kutikula, sehingga rambut jadi mudah disisir.

* Bereaksi terhadap kelembaban. Kandungan air dalam udara membuat rambut yang cenderung lurus akan "jatuh". Sedangkan rambut yang tidak sehat akan mengembang ketika terpapar kelembaban udara. Rambut menjadi lebih keriting, kasar dan kusam.

Siklus rambut
Berapa lama usia rambut yang sehat, sampai tiba waktunya untuk rontok secara alami?

Pada kulit kepala yang sehat, sehelai rambut bisa tahan tumbuh antara 3-5 tahun. Sedangkan pada satu pori kulit kepala, proses regenerasi pertumbuhan rambut rata-rata akan terjadi hingga 20 kali. Rambut lalu akan tumbuh dan bertambah panjang kurang lebih 12 mm dalam waktu satu bulan. Bila terus dibiarkan memanjang, panjang rambut akan mencapai 107 cm, baru setelah itu rontok dan mengalami pertumbuhan baru pada pori yang sama. 

Ahli dermatologi, dr Farmanina Santoso, dalam acara Vorsatz menambahkan, rambut juga memiliki siklus hidupnya sendiri. Siklus ini terbagi dalam tiga fase, yakni fase pertumbuhan atau anagen yang membutuhkan waktu 3-5 tahun. Selanjutnya fase katagen selama 3-4 minggu, dimana pertumbuhan sel-sel rambut secara perlahan mulai melambat dan akhirnya berhenti. Kemudian fase telogen, yang berlangsung selama 3-4 bulan. Pada fase ini rambut telah tumbuh dan terus memanjang hingga akhirnya rontok. Setelah melewati fase ketiga ini, rambut memulai kembali fase pertumbuhannya dari tahap pertama tadi.

(Dari berbagai sumber)

Penulis :
Felicitas Harmandini
Editor :
Kistyarini