Kamis, 2 Oktober 2014
Trik Menolak Tawaran Kartu Kredit dan Pinjaman
Rabu, 22 Februari 2012 | 11:01 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Tak perlu memaki-maki si penelepon, karena bagaimanapun juga ia sedang bekerja seperti Anda.

KOMPAS.com - Saat ini kita semua dihadapkan dengan begitu banyak penawaran yang menggoda dan dapat menjerat bila tidak waspada (mempergunakan dengan sembrono). Berapa banyak kartu kredit yang sebenarnya Anda perlukan dalam memudahkan hidup untuk bertransaksi? Seberapa besar limit kartu kredit yang pantas Anda peroleh?

Jumlah kartu kredit yang relatif pantas dimiliki seseorang karyawan pemasaran sebanyak dua buah dan tidak lebih. Limit-nya disesuaikan dengan kebutuhan dan tingginya penghasilan yang dimiliki. Misalnya seseorang bergaji sebesar Rp 5 juta, maka limit yang pantas dimiliki adalah sebesar Rp 5 juta untuk semua kartu kredit yang dipunyai.

Bila saat ini Anda sudah memiliki kartu kredit dengan limit yang sesuai dengan kebutuhan, maka pergunakanlah dengan bijak dan maksimal, serta selalu membayar lunas setiap tagihan tiba. Untuk itu selalu persiapkan dana tunai atau di rekening sejak Anda mempergunakan kartu kredit. Jangan pernah menyisakan barang sedikit pun tagihan utang Anda.

Saat Anda menerima panggilan telepon dari staf pemasaran kartu kredit, yang entah darimana mereka memperoleh nomor ponsel Anda, maka tetaplah bersikap santun dan bijaksana. Terimalah telepon tersebut, dengarkan apa yang ingin mereka sampaikan dan saat mereka sudah selesai berbicara, katakan tidak dan terima kasih. Sampaikan bahwa Anda sudah memiliki kartu yang lain dan saat ini tidak membutuhkan kartu atau tambahan limit. Bila mereka masih terus membujuk dan "memaksa", tetap katakan "Tidak, terima kasih".

Begitu pula saat Anda mendapat SMS, e-mail, atau fax berbagai fasilitas utang yang mudah, segera sobek, hapus, dan delete dari ponsel Anda. Memang penawaran-penawaran tersebut sangat mengganggu, tetapi tetaplah sabar dan bertindak elegan, karena bagaimanapun juga mereka sedang bekerja seperti Anda. Cukup sampaikan "Tidak, terima kasih".

(Freddy Pieloor, CFP, Financial Planner)


Editor :
Dini
BERITA LAIN: