Jumat, 18 April 2014
Pesta Mode "Indonesia Fashion Week 2012" Dimulai
Kamis, 23 Februari 2012 | 12:28 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI

Pelaksanaan IFW 2012 menargetkan 30.000 pengunjung selama empat hari pekan mode berlangsung.

KOMPAS.com - Indonesia Fashion Week (IFW), pekan mode pertama yang melibatkan beragam praktisi fashion, mulai desainer hingga pelaku bisnis skala kecil menengah, resmi dibuka. Berlangsung empat hari, 23-26 Februari 2012, IFW menjadi pesta fashion bagi semua kalangan. Mengangkat tema "Colorful Indonesia", IFW tak hanya menghadirkan rancangan tergres dari desainer kenamaan Indonesia, namun juga menghadirkan koleksi busana kreasi UKM yang ditampilkan dalam area pameran. Fashion show, talkshow, seminar seputar mode, serta pameran produk fashion hadir di IFW 2012 melibatkan total 500 desainer dan UKM.

Pelaksanaan IFW 2012 menargetkan 30.000 pengunjung selama empat hari pekan mode berlangsung. Masyarakat umum dapat turut menikmati dan mencari inspirasi melalui ajang ini. Di hari pertama, 23 Februari 2012, pukul 10.00 saat pembukaan berlangsung, antrian di loket tiket masuk yang dibanderol Rp 10.000 sudah mulai dipadati penggemar mode Indonesia. IFW 2012 menunjukkan bagaimana berbagai pihak dapat menikmati pesta fashion yang memiliki tujuan besar ke depannya.

Misi besar
Atas inisiasi APPMI, IFW terselenggara dengan dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Masing-masing kementrian mengambil peran dan memberikan bentuk dukungan sesuai kebutuhan untuk mewujudkan ambisi bersama, menjadikan Indonesia sebagai fashion hub di Asia dan dunia.

Menteri Perindustrian, MS Hidayat dalam pembukaan IFW 2012 mengatakan Indonesia Fashion Week bukan hanya momen tetapi juga movement. "Indonesia Fashion Week merupakan gerakan yang menandai bangkitnya industri fashion menuju fashion dunia," jelasnya, dalam sambutan di pembukaan IFW 2012 di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Kamis (23/2/2012).

MS Hidayat mengatakan IFW 2012 merupakan ajang international fashion trade yang menampilkan inovasi, kreativitas dalam dunia mode secara lengkap, dan mengangkat keragaman budaya lokal. IFW menjadi inspirasi fashion Asia dan dunia, sekaligus sebagai pertemuan berbagai komunitas, dan sarana dagang dan gaya hidup.

Menteri Perekonomian Hatta Rajasa dalam sambutannya mengatakan IFW 2012 tidak hanya mengangkat aspek bisnis namun juga mencakup pengembangan kreativitas dan merupakan bentuk penghargaan atas budaya bangsa. "Budaya kita adalah kekuatan dalam menginspirasi berbagai macam produk. Kolaborasi desainer dan perajin sangat dibutuhkan. Mata rantai yang memiliki nilai dari hulu ke hilir harus dibangun. Desainer punya peran penting. Jangan pernah underestimate desainer," ungkapnya.

Untuk mewujudkan impian menjadikan Indonesia Fashion Hub di Asia pada 2020 dan di dunia pada 2025, Ketua APPMI Taruna Kusmayadi mengajak seluruh asosiasi di industri fashion untuk bergandengan tangan memajukan fashion Indonesia melalui IFW. "Kami mengajak asosiasi untuk bersama bermimpi kembali menjadikan Indonesia sebagai lokasi fashion hub untuk busana konvensional dan busana muslim. Kami mohon maaf jika pada IFW pertama ini masih terdapat kekurangan. Termasuk dengan adanya 50 exhibitor yang waiting list sehingga tidak dapat ditampung dalam pameran IFW 2012," tandasnya.

Jika APPMI telah sukses menginisiasi, dan kementerian serta desainer berperan dengan keahliannya, Anda juga bisa ambil bagian mendukung fashion Indonesia dengan mengunjungi pameran hasil karya lokal berkualitas yang lolos seleksi di area pameran IFW 2012, di Cendrawasih Room, Assembly Hall, dan Main Lobby JCC.

Penulis :
Wardah Fazriyati
Editor :
Dini