Sabtu, 25 Oktober 2014
Beda"Creambath" dan Masker Rambut
Selasa, 10 April 2012 | 10:40 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Creambath digunakan untuk rambut normal dan hair mask digunakan untuk rambut rusak

KOMPAS.com - Kaum perempuan biasa melakukan berbagai perawatan untuk mendapatkan rambut yang sehat dan berkilau. Dari keramas, menggunakan kondisioner, hair tonic, sampai melakukan perawatan rambut di salon. Menurut  ahli tata rambut Rudy Hadisuwarno, dua jenis perawatan yang banyak disukai oleh perempuan adalah creambath dan hair mask atau masker rambut. Namun, masih banyak perempuan yang salah memilih perawatan, apakah harus creambath atau hair mask.

"Banyak orang yang menganggap bahwa kedua hal ini sama, padahal beda tujuan perawatan dan perlakuannya," beber Rudy, dalam seminar kecantikan dan kesehatan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara creambath dengan hair mask.

1. Creambath
Creambath merupakan salah satu jenis perawatan rambut yang banyak digemari, karena pijatan yang diberikan bisa membuat rambut dan kulit kepala menjadi lebih rileks. Pijatan juga membantu bahan ramuan lebih mudah terserap di kulit kepala dan menutrisi rambut agar tetap sehat dan berkilau. Creambath biasanya digunakan untuk rambut normal dan tidak diwarnai, dikeriting, ataupun diluruskan, serta perlakuan bahan kimia lain yang bisa merusak kesehatan rambut. Perawatan ini bisa dilakukan setiap sebulan sekali.

Creambath pada dasarnya merupakan jenis perawatan rambut asli Indonesia. "Dulu kita kenal perawatan rambut ini dengan menggunakan minyak cem-ceman atau minyak urang-aring. Namun sayangnya minyak ini membuat rambut jadi lengket," ujar Rudy.

Dalam perkembangannya, produk yang kini digunakan untuk creambath merupakan produk yang water base sehingga mudah larut dalam air dan tidak lengket sehingga mudah dibersihkan setelah keramas.

2. Hair mask
Sekilas, hair mask memang sangat mirip dengan creambath. Namun, hair mask dilakukan untuk merawat rambut yang rusak, rdiwarnai, kering, dikeriting, rontok, atau diluruskan. Berbagai formula yang digunakan di dalamnya digabungkan untuk mengatasi berbagai keluhan dan masalah rambut yang dihadapi.

Lalu, ini yang penting, hair mask tidak memerlukan pijatan di kepala untuk meresapkan formulanya.

"Ini sama seperti menggunakan masker wajah yang tidak perlu dipijat karena justru akan merusak kegunaannya. Namun, jika ingin sedikit pijatan juga tidak ada masalah, namun tidak ada keharusan untuk pijatan," sarannya.

Hair mask biasanya dilakukan selama lima menit, dan dilakukan setelah keramas. Karena memiliki fungsi yang hampir sama, setelah melakukan hair mask Anda tidak perlu menggunakan kondisioner lagi. Untuk mendapat hasil yang maksimal, hair mask bisa dilakukan seminggu sekali atau setiap kali selesai keramas.


Penulis :
Christina Andhika Setyanti
Editor :
Dini
BERITA LAIN: