Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Jalan Sehat Sambil Beramal bersama Kapal Api
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Selasa, 10 April 2012 | 15:43 WIB
|
Share:
Kapal Api dan Tribun menggelar jalan sehat serentak di 21 kota, dan berniat memecahkan rekor MURI 200.000 telapak tangan sebagai dukungan untuk para pedagang kopi seduh.

KOMPAS.com - Olahraga pasti akan sangat menyenangkan jika dilakukan bersama-sama. Untuk menggalang kebersamaan dan kesehatan masyarakat, Kapal Api bekerjasama dengan harian Tribun mengadakan kegiatan yang bertajuk "Semangat Melangkah bersama Kapal Api".

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia agar lebih bersemangat untuk memulai kebiasaan kecil seperti jalan sehat. Selain untuk menciptakan tubuh sehat, kebiasaan ini juga bertujuan untuk menghemat energi dan mengurangi polusi," ungkap Erwin Yang, Brand Manager Executive PT Kapal Api, saat peluncuran program di fX Plaza, Jakarta, Selasa (10/4/2012).

Acara jalan sehat ini akan serentak dilaksanakan di 21 kota di Indonesia yang ada di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, pada hari Minggu, 15 April 2012. Khusus untuk Manado (Sulawesi Utara) dan Kupang (Nusa Tenggara Timur), acara jalan sehat akan dilakukan pada hari Sabtu, 14 April 2012. Kegiatan ini akan menempuh jarak sekitar 5 km dalam waktu 30 menit di masing-masing kota, dan dilakukan serentak mulai pukul 08.00.

Yang lebih menarik, sesampainya di garis finish para peserta akan diminta memberikan cap kedua telapak tangannya di atas selembar rol kertas koran yang belum tercetak. Aktivitas ini bertujuan untuk memecahkan rekor MURI untuk pengumpulan 200.000 telapak tangan, sebagai bentuk dukungan pada pedagang kopi seduh. Kapal Api menyadari bahwa kesuksesan mereka tak lepas dari usaha para pedagang kecil kopi seduh serta warung kopi.

"Para pedagang kopi ini berperan dalam penggerak roda perekonomian, dan mereka sangat berjasa dalam menyediakan secangkir semangat untuk kita setiap harinya," papar Erwin. Hal inilah yang mendasari mereka untuk memberi bantuan beasiswa sekolah kepada anak-anak penjual kopi yang berprestasi di berbagai kota, namun mengalami kendala biaya sekolah.

Diharapkan, sekitar 130.000 peserta di berbagai kota akan mengikuti kegiatan ini.

Editor :
Dini