
KOMPAS.com - Teh termasuk minuman yang mudah ditemukan di mana saja, di rumah, warung, maupun restoran di hotel berbintang lima. Minuman ini juga dapat dinikmati kapan saja, pagi, siang (biasanya disajikan dingin), hingga sore dan malam hari.
Teh bukan lagi sekadar menjadi pelepas dahaga, tetapi juga menjadi produk seni dan budaya. Tidak hanya negara-negara Asia seperti Turki, Malaysia, Cina, Taiwan, dan Jepang yang memiliki tradisi minum teh. Negara Eropa seperti Inggris dan Perancis memiliki tradisi minum teh dengan ciri khas masing-masing dalam mengolah dan menghidangkan teh.
Bagi masyarakat perkotaan, menikmati secangkir teh juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Hal ini dapat dilihat dari kedai teh maupun butik premium yang khusus menyajikan dan menjual teh beserta seluruh perlengkapannya.
Salah satu butik teh premium yang dapat ditemui di kota-kota besar di Indonesia adalah Teh 63. Butik ini sedang memperkenalkan kemasan baru teh Jawa Oolong, yang berasal dari tanaman teh Camellia Sinensis varietas Sinensis. Varietas ini diproses secara semi fermentasi, menghasilkan warna seduhan kuning keemasan dan aroma yang khas.
Marlina, salah seorang pelanggan teh Jawa Oolong, mengaku telah merasakan khasiat teh ini setelah bertahun-tahun mengonsumsi teh ini. Ia merasa pencernaannya menjadi lancar, stamina tubuhnya selalu terjaga, dan kadar kolesterolnya yang sempat tinggi menjadi turun.
Memberikan dampak kesehatan bagi tubuh adalah salah satu alasan mengapa kita disarankan untuk mengonsumsi teh secara teratur. Kandungan polifenol pada teh oolong dipercaya dapat menurunkan berat badan. Teh oolong juga memperbaiki fungsi ginjal dan limpa, mencegah plak dan karang gigi, serta efektif dalam mengatasi dermatitis atopik (eksim). Untuk kecantikan, teh oolong juga berkhasiat dalam menunda tanda-tanda penuaan, seperti bercak-bercak hitam dan keriput.
Dari sisi budaya dan proses pembuatannya, teh oolong tak kalah menarik untuk dikenali. Oolong merupakan variestas teh China dengan karakteristik yang khas. Teh ini dikembangkan dari teh Dragon Group dan Phoenix Cake yang dipersembahkan untuk keluarga kerajaan dari Dinasti Song sekitar tahun 1725. Rumah-rumah produksi teh oolong lalu dikembangkan di Fuzhou pada awal 1862, dan mulai diekspor oleh Taiwan pada 1866.
Untuk mendapatkan semua manfaat teh oolong tentunya Anda harus memilih jenis teh yang berkualitas premium. Teh ini harus melalui berbagai tahap pemrosesan sebelum menghasilkan teh dengan citarasa dan aroma yang unik. Citarasa tersebut dihasilkan dari lusinan jenis daun teh, dan dipengaruhi oleh area dan waktu panennya.
Teh yang berkualitas didapatkan dari tiga pucuk daun teh teratas yang dipetik pada pagi hari, dan saat daun tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Bagian inilah yang memiliki kandungan terbaik untuk menghasilkan mutu, rasa, aroma, dan juga khasiat yang baik bagi kesehatan.
Daun teh tersebut lalu dijemur di bawah sinar matahari. Pada tahap berikutnya, daun teh dikeringkan di dalam ruangan dan difermentasikan. Bagian paling penting adalah kapan proses fermentasi dihentikan, dan kemudian digosok berulangkali untuk mendapatkan citarasa, aroma, dan tekstur yang baik, sebelum dikeringkan lagi dengan arang.
Penyajiannya
Penyajian teh yang benar pun harus diperhatikan. Panas air sebaiknya pada suhu sekitar 82-88 derajat Celcius (tidak sampai mendidih).Tuangkan air di atas daun teh, dan biarkan teh terendam tak lebih dari tiga atau empat menit. Saring daun tehnya, dan setelah itu Anda siap menikmati rasa dan aroma teh secara optimal.
Teh oolong bisa diseduh beberapa kali dari racikan daun yang sama. Justru setiap kali proses penyeduhan berulang, rasa teh semakin baik. Katanya sih, seduhan yang ketiga dan keempat adalah yang terbaik.
Nah, setelah mengetahui segala keuntungan dan daya tarik teh oolong, mulailah mengonsumsi teh ini secara teratur untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Dan, meskipun butik teh premium seperti Teh 63 menyediakan berbagai produk teh dari negara lain, jangan ragu mengonsumsi produk teh premium lokal. Sebab, kualitasnya tidak kalah dengan teh premium dari negara lain.
(Ancilla Evayana)