
KOMPAS.com - Sayuran kaya serat dengan banyak kandungan air, asparagus putih, terasa nikmat jika diolah sebagai rebusan. Sayur rebus ini bisa menjadi pendamping hidangan seperti beef tenderloin, ikan, ham, bahkan risotto dan nikmat disantap dengan kentang rebus.
"Sebaiknya asparagus putih hanya dimasak dengan direbus. Kalau tidak direbus rasanya akan terasa pahit," jelas Executive Chef InterContinental Jakarta MidPlaza, Gary Palm di sela temu media di Jakarta.
Rebus asparagus putih selama sekitar enam menit. Namun jika ingin mendapatkan rasa renyah, angkat lebih awal dari waktu maksimal tersebut.
Agar sayuran tetap segar dan nikmat disantap, perhatikan juga cara penyimpanannya. Chef Palm menyarankan, sebaiknya langsung masak sayuran selagi segar dan jangan terlalu lama disimpan di lemari es.
Kalaupun Anda ingin menyimpan asparagus putih di lemari es untuk hidangan makan malam misalnya, jangan menumpuk sayuran. karena selain merusak tekstur, penyimpanan yang tidak tepat juga bisa memengaruhi kualitas.
"Penyimpanan yang keliru akan memengaruhi daya tahan sayuran dan akan berdampak pada kualitas rasa," jelasnya.
Dengan cara memasak dan menyimpan yang tepat, asparagus putih dapat menjadi pilihan hidangan menyehatkan untuk keluarga. Selain menyehatkan karena dimasak dengan direbus, sayuran ini juga tergolong rendah kalori, kaya sodium, sumber vitamin B.
Tak seperti asparagus hijau yang tumbuh di banyak tempat, asparagus putih cenderung langka. Biasanya, di berbagai negara penghasilnya seperti Eropa (Perancis, Jerman) juga terdapat di Jepang, asparagus putih hanya tersedia pada musim panen April hingga Juni.
Untuk mendapatkan sayur sehat ini, sejumlah hotel bintang lima di Jakarta menambahkan menu restorannya dengan asparagus putih.