
KOMPAS.com - Indonesia kehilangan sosok penulis fashion dan pengamat mode, Muara Bagdja. Muara meninggal Senin, 30 April 2012 setelah dirawat dua minggu di RSCM Kencana.
Keluhan sakit pada tulang belakang dirasakannya setelah dinyatakan sembuh dari kanker kelenjar getah bening yang dideritanya selama 10 bulan terakhir. Tak sempat menjalani operasi untuk mengatasi rasa sakitnya, Muara berpulang dengan kondisi fisik yang semakin memburuk pada Senin pukul 20.35.
Berita kepergian Muara Bagdja menyebar cepat ke berbagai kalangan fashion dan media. Praktisi fashion kehilangan salah satu sahabat yang punya kontribusi besar di dunia mode.
Bagi Ketua Umum Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia, Taruna K Kusmayadi, almarhum Muara Bagdja adalah penulis fashion yang langka.
"Mungkin Muara Bagdja adalah seorang penulis mode yang langka. Beliau tidak hanya dapat menulis dengan baik, dan sangat kritis, juga memiliki referensi vocabulary fashion yang sangat dikuasainya. Sehingga, menulis apapun tentang fashion akan dilakukannya, begitu luas bahan referensinya," jelas Taruna dalam pernyataan persnya.
Di mata Taruna, almarhum merupakan pribadi pendiam namun berteman baik di antara rekan seprofesinya maupun di kalangan media. Baginya, almarhum Muara Bagdja juga adalah pribadi yang konsisten.
"Muara adalah fashion Indonesia," tutupnya.