Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Jelajahi Kenikmatan Kuliner Taiwan
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Rabu, 2 Mei 2012 | 22:54 WIB
|
Share:
Aneka makanan Taiwan ala Xi Men Ding mengadaptasi jenis makanan dari Taipei yang memiliki citarasa manis dengan semburat rasa gurih.

KOMPAS.com - Kenikmatan aneka hidangan China pasti sudah tak asing lagi di lidah masyarakat Indonesia. Rasa yang gurih khas Chinese food bisa membuat Anda tak henti mengunyah. Tetapi jangan berpuas diri dulu setelah menikmati lezatnya makanan China, karena ada kuliner Asia lainnya yang tak kalah lezat, salah satunya Taiwan.

"Kelezatan makanan khas Taiwan pada dasarnya mirip dengan Chinese food, namun bumbu dan rasanya sedikit berbeda," tukas Fransisca Tjong, direktur restoran Xi Men Ding kepada Kompas Female, di sela grand launching restoran di Senayan City, Rabu (2/5/2012). Nama Xi Men Ding sendiri diadaptasi dari area belanja dan kuliner populer di Taiwan yang kerap dijuluki "Harajuku of Taipei".

Xi Men Ding (baca: Si Men Ting) menghadirkan kelezatan aneka makanan otentik Taiwan. Sebenarnya makanan Taiwan ini lebih mirip dengan makanan Jepang. "Taiwan dulunya dijajah cukup lama oleh Jepang, sehingga ada pengaruh Jepang yang sangat terasa di dalam aneka makanannya," tambah Fransisca.

Aneka makanan Taiwan ala Xi Men Ding mengadaptasi jenis makanan dari Taipei yang memiliki citarasa manis dengan semburat rasa gurih. Untuk menyesuaikan dengan lidah Indonesia yang suka makanan pedas, restoran ini juga memberikan kondimen berupa sambal, atau pilihan jenis makanan yang lebih pedas.

Hidangan Taiwan juga dikenal mempertahankan karakternya yang simpel dan sehat. Ditambahkan Sisca, makanan Taiwan bisa dikategorikan makanan sehat karena dimasak dengan jangka waktu yang cukup cepat, menggunakan bahan-bahan alami, dan memiliki kandungan minyak yang sedikit dibanding dengan makanan China.

Restoran waralaba yang berpusat di Singapura ini memboyong suasana casual dining yang hangat untuk keluarga. Nuansa Taiwannya terasa melalui penggunaan elemen kayu ukir berwarna emas, lampu-lampu besar yang tergantung, dengan gambar-gambar kota Taiwan lengkap dengan bunga-bunga Mei Hwa, serta Menara 101 yang menjadi landmark Taiwan. Restoran yang berkapasitas sekitar 125 orang ini juga menambahkan elemen taman tradisional bergaya minimalist chic dalam unsur warna krem, ungu, dan coklat, sehingga memberi kesan hangat dan nyaman.

Resep asli Taiwan
Untuk menghadirkan aneka kelezatan citarasa Taiwan, restoran ini menggunakan resep asli serta bumbu-bumbu yang didatangkan langsung dari Taiwan. Untuk mengolah hidangannya, Xi Men Ding menggunakan tiga macam saus dasar ala Taiwan, yaitu soya sauce, sesame oil, dan rice wine. "Semua masakan Taiwan menggunakan tiga macam saus tersebut," tambahnya.

Aneka kelezatan makanan Taiwan yang bisa dinikmati di restoran ini antara lain Lion Head Signature Meatball, Taiwan Spicy Braised Beef Noodle, Deep Fried Prawn with Egg Yolk, San Bei Chicken, Deep Fried oyster, sampai aneka menu penutup seperti Deep Fried Taro Ball.

"Di dalam menu aslinya, ada beberapa makanan yang diolah dengan daging babi, namun di Indonesia sendiri kami tidak menggunakannya dan menggantinya dengan ayam atau sapi," tukas Sisca.

Misalnya saja, pada menu Lion Head Signature Meatball yang biasanya menggunakan daging babi cincang, di restoran ini digantikan dengan olahan daging ayam. Untuk menghasilkan tekstur bakso (meatball) yang empuk dan gurih, daging ayam cincang dicampur dengan udang, sotong cincang, wortel, dan bengkuang. Campuran adonan ini kemudian dibentuk bulat seperti bakso. Namun tak seperti bakso biasa, lion head ini memiliki ukuran yang cukup besar sehingga dalam satu porsi hanya berisi satu bakso saja. Agar lebih nikmat, lion head ini disiram dengan kuah kaldu yang kental dan aneka sayuran.

Jika ingin menu camilan yang cukup mengenyangkan, Deep Fried Oyster yang jadi menu best seller di Xi Men Ding juga bisa jadi pilihan. Menu ini sebenarnya hampir sama rasanya dengan renyahnya kepiting soka kremes. Hanya saja menu ini terbuat dari daging tiram yang digoreng kering dengan metode deep fried (menggoreng dalam minyak banyak dan panas, sehingga proses menggoreng jadi lebih cepat dan kandungan minyaknya sedikit dalam makanan) sehingga terasa renyah.

Menu yang ditawarkan di restoran ini berkisar antara Rp 30.000 sampai Rp 80.000 per porsinya. "Harapannya dengan adanya restoran makanan Taiwan pertama di Jakarta ini, membuat masyarakat Indonesia lebih mengenal citarasa kuliner Taiwan yang enak," ujar Sisca.

Editor :
Dini