
KOMPAS.com - Acara realita America's Next Top Model - British Invasion menghadirkan tontonan yang lebih menarik. Dalam season 18 ini, tim Amerika dipertemukan dengan tim Inggris. Tim Inggris menghadirkan beberapa mantan kontestan dari cycle sebelumnya, seperti Sophie Sumner, Ashley Brown, dan Annaliese Dayes. Sedangkan tim Amerika diwakili oleh wajah-wajah baru. Namun di antara mereka muncul sosok yang mudah dikenali: AzMarie Livingston.
Berpenampilan androgini, dengan kepala dicukur botak dan lengan dipenuhi tato, perempuan 25 tahun bernama asli Ashley ini tampak tidak gentar menghadapi intimidasi dari tim Inggris. Maklum, sebelum mengikuti America's Next Top Model (ANTM), AzMarie sebenarnya sudah menjadi model selepas SMA. Ia juga tampil sebagai figuran di serial The Real Housewives of New York City, acara kompetisi modelling Rip the Runway, serta film Precious. Berulangkali talent scouter harus membujuknya untuk bersedia tampil di ANTM, sampai akhirnya AzMarie menganggap acara ini memang akan bermanfaat bagi kariernya.
Sosoknya yang maskulin memang menjadi ciri khas yang kuat, dan bukan merupakan penampilan yang di-makeover setelah bergabung dalam acara ini. Tim produser ANTM, termasuk host Tyra Banks, memastikan bahwa Az harus selalu menampilkan dirinya seperti itu.
"Sehari-hari aku harus berpakaian dalam skinny jeans, jaket, dan boots, dan kemudian aku akan berubah. Mereka memastikan aku tetap menjadi diriku, dan mereka mengizinkan aku untuk menjadi androgini," papar perempuan bertinggi tubuh 175 cm ini.
Yang menarik, kepribadian Az juga mirip laki-laki. Misalnya saja, ia tak suka ikut campur dalam perseteruan yang terus-menerus terjadi di antara para kontestan. Ia justru menjadi pusat perhatian semua kontestan karena penampilannya. Kebanyakan ingin tahu mengenai seksualitasnya, yang ditanggapinya dengan santai. Ketika para perempuan itu mengenalnya lebih jauh, mereka tak malu-malu memujinya, "Wah, kamu seksi banget!"
Namun, kompetisi tetaplah kompetisi. AzMarie terbukti mampu menghasilkan foto-foto yang bagus, dan hal ini membuatnya makin disegani kontestan lain, baik Amerika maupun Inggris. Hanya Sophie yang selalu mengintimidasi Az dan ingin memastikan bahwa dirinya bukan kontestan sembarangan. Az mengaku tak khawatir dengan ancaman ini.
"Bukannya aku bilang mereka bukan kompetitor, karena semua orang aku anggap kompetitor, namun setelah sempat tinggal di London selama setahun, dan menjalani sekitar 60 atau 70 kasting untuk London Fashion Week, dan kamu berbaris dengan 200-an perempuan lain, otomatis aku terlihat menonjol dalam antrian itu. Jadi ketika aku berada di rumah (karantina untuk ANTM), tidak ada bedanya dengan ketika aku harus ikut kasting, entah akhirnya dapat pekerjaan itu atau tidak. Aku selalu siap. Jadi kupikir apapun yang ada dalam acara itu, sebenarnya hanya untuk (akting di depan) kamera," paparnya.
Meskipun begitu, ia mengakui bahwa menjalani hari-hari dalam sorotan kamera sepanjang hari kadang-kadang bisa membuat stres.
"Kamu dikelilingi kamera, 24 jam 7 hari seminggu, tak peduli apa situasinya. Di mana pun kamu berada. Ketika kamu butuh privasi, itu membuat stres. Jadi kamu harus menentukan bagaimana harus menyeimbangkan dan memantulkan energi setiap orang. Kamu juga harus tetap positif supaya kamu bisa melaluinya dengan baik," tambah penggemar basket dan fotografi ini.
Menurut AzMarie, keberhasilannya dalam menjalani acara realita ini tanpa kesulitan adalah kemampuannya untuk bersikap fleksibel. Ia menerima apapun yang terjadi di sekitarnya, dan bersedia memelajari hal-hal baru. Meskipun bukan model pemula, namun ANTM menjadi pengalaman pertamanya melakukan pemotretan dan berbagai tantangan sambil dinilai langsung oleh para juri, di antaranya fotografer Nigel Barker dan fashion publicist Kelly Cutrone. Dan inilah pertama kalinya hasil kerja Az langsung dikenali oleh penonton maupun pengamat fashion.
"Aku sangat yakin pengalamanku selama bertahun-tahun, ditolak berkali-kali, namun mampu menerimanya dan bangkit kembali, membuatku kuat dan menyiapkan diriku agar sukses. Aku selalu belajar bahwa sukses itu suatu perjalanan, bukan tujuan. Aku mengalami banyak hal, dan meskipun kamu belum melihatku sukses selama bertahun-tahun ini, menurutku aku sudah sukses sampai titik ini," serunya.
Kenyataannya, hanya dengan tampil dalam ANTM British Invasion ini, makin banyak tawaran untuk tampil yang diterimanya. Ia berencana tetap menjalani modeling, meskipun saat ini sudah ditawari untuk rekaman album musik, juga menulis skrip untuk acara TV dan film. "Aku sudah bertemu banyak produser musik, mencoba menyanyikan lagu-lagu dan menulis, jadi... banyak hal berbeda yang kuterima," ujar AzMarie, yang juga berencana untuk bergabung dengan agensi model.
Ia mengakui, ANTM sangat membantu mendongkrak kariernya. Kontrak senilai 100.000 dollar dengan brand kosmetik CoverGirl yang ditawarkan memang setara dengan berbagai tantangan dan pengorbanan yang dituntut oleh para jurinya. Dan itulah alasan pertama Az bersedia mengikuti ANTM.
(Dari berbagai sumber)