KOMPAS.com - Saat magang, persiapkan diri untuk menghadapi situasi yang tak sesuai harapan. Jangan mudah menyerah, selalu ada trik untuk mengubah suasana magang yang tak nyaman menjadi lebih menyenangkan.
Situasi 1: Hari pertama magang, disambut dengan tatapan “ganas” para senior dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Hukum "tak kenal maka tak sayang" berlaku di hari pertama magang. Jangan terlalu berharap Anda akan disapa dan disambut hangat oleh semua rekan-rekan senior. Tapi jangan dulu menilai buruk situasi kantor. Ini hanya "drama" di hari pertama.
Lakukan: Ketika masuk dalam lingkungan baru, Anda lah yang harus lebih dulu ambil inisiatif untuk menyapa dan menjalin hubungan baik. Pastikan senyum melekat di bibir sepanjang hari.
Situasi 2: Tak ada yang mengajak makan siang.
Padahal, makan siang bisa menjadi senjata ampuh untuk mencairkan suasana dan menambah keakraban.
Lakukan: Tak perlu malu untuk ikut bergabung saat makan siang di hari pertama. Namun untuk mengantisipasi kejadian yang menyebabkan kita tak bisa keluar makan, bawalah bekal di hari pertama. Hindari untuk makan di meja kerja dan pergilah ke pantry (banyak perusahaan yang melarang karyawan makan di meja kerja).
Situasi 3: Semua lembur. Pulang enggak enak, di kantor menderita.
Perusahaan advertising, media, hingga Bank biasanya punya jam kerja ekstra di luar 9 to 5. Bila tempat kita magang juga punya pola sama, tak ada salahnya untuk pulang lebih larut di hari pertama, sekaligus mempelajari budaya kerja di sana. Tapi kalau tiap hari mereka lembur?
Lakukan: Tanyakan langsung pada mentor yang membimbing Anda, apakah Anda juga harus ikut lembur atau tidak. Bila tak ada mentor, cari mentor sendiri. Senior yang duduk di sebelah meja misalnya. Ia bisa menjadi sumber informasi yang baik.
Situasi 4: Banyak salah saat mengerjakan tugas.
Manfaat magang selain membuka networking ialah mengetahui "tanggung jawab" di dunia kerja sesungguhnya. Salah itu wajar, tapi sebaiknya tidak mengulang kesalahan yang sama lagi dan lagi.
Lakukan: Siapkan buku catatan dan pulpen. Catatlah apa yang menjadi tugas Anda dan apa yang mesti dilakukan. Bila ada yang tak dimengerti, jangan pernah ragu untuk bertanya. Percayalah, rekan senior akan senang bila dimintai bantuan. Tapi jangan terlalu sering meminta bantuan, mereka juga punya tugas yang harus dikerjakan.
Situasi 5: Tugas terlalu mudah.
Jangan bayangkan minggu pertama magang akan sama dengan minggu pertama kerja. Perusahaan tak akan memberikan tugas berat pada anak magang yang mereka anggap belum punya kompetensi memadai. Jangan dulu heran bila tugas yang diberikan terlalu mudah. Kecuali setelah satu minggu berlalu kita terus diberi tugas mensortir email atau fotocopy.
Lakukan: Banyak hal yang bisa kita pelajari saat magang. Bila minggu pertama masih santai, gunakan waktu untuk melihat situasi kerja yang sesungguhnya. Misalnya, bila bekerja di media, pelajari alur kerja mulai dari peliputan hingga naik cetak. Bila tak juga ada perubahan, kita boleh meminta tugas yang lebih sulit pada mentor atau atasan.
Situasi 6: Gosip tentang atasan atau perusahaan saat makan siang.
Gosip kantor adalah hal biasa, mulai dari gosip tentang perilaku atasan hingga keluhan dengan peraturan baru perusahaan. Sebagai anak magang, kita perlu bersikap bijak agar tidak dianggap sok tahu.
Pertama: Pertama, dengarkan dan ikut tertawa kalau perlu, tapi jangan memberi komentar atau ikut bicara. Bagaimanapun kita tidak berhak mencampuri urusan "rumah tangga" orang lain. Jangan biarkan nama kita tercemar karena karena dituduh menyebar gosip. Kedua, bila mereka bergosip tentang hal buruk menyangkut atasan atau perusahaan, jangan dulu percaya dengan apa yang dikatakan. Bisa jadi itu hanya ungkapan emosi sesaat. Pintar-pintarlah menilai secara objektif.
Situasi 7: Tak cocok dengan lingkungan kerja.
Gaji besar itu penting, tapi lingkungan kerja yang kondusif adalah kunci utama yang menentukan apakah kita mampu bertahan di sebuah perusahaan atau tidak. Bagaimanapun, mood sangat mempengaruhi kinerja dan tingkat stres. Magang bisa menjadi cara efektif untuk menilai lingkungan kerja mana yang paling cocok, setidaknya Anda mampu berlama-lama di sana.
Lakukan: Tak ada yang sempurna termasuk tempat kerja. Bisa magang dan bekerja di perusahaan besar dengan gaji besar dan rekan kerja yang kooperatif adalah impian setiap orang. Namun kenyataan kadang tak sesuai harapan. Jadi, jangan terburu-buru membuat keputusan. Hitung dulu, lebih banyak mana, kesenangan atau kesusahan yang Anda dapat bila bekerja di sana.
(Majalah Chic/Ayunda Pininta Kasih)