
KOMPAS.com - Kain lace atau yang lebih dikenal dengan kain berenda atau brokat, bagi banyak orang sangat identik gaya orangtua. Anggapan ini membuat anak-anak muda cenderung menghindari bahan yang banyak menggunakan renda bunga dan pola berlubang-lubang di atas kain ini untuk busana mereka. Padahal, lace merupakan salah satu jenis kain yang bisa memberi kesan feminin dan elegan, sehingga serasi dikenakan untuk beberapa kesempatan resmi.kini kembali populer.
"Kain ini di Indonesia biasanya sangat identik dengan busana tradisional Indonesia seperti kebaya modern. Dan ini sebenarnya menjadi salah satu ciri khas yang Indonesia banget," ungkap desainer Musa Widyatmodjo kepada Kompas Female, di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (23/5/2012) lalu. Padahal, kain ini sebenarnya bukan berasal dari Indonesia, lho.
Namun, seiring dengan naiknya pamor kebaya di kalangan anak muda karena bisa dikombinasikan dengan style yang lebih modern, membuat lace menjadi populer. Musa menambahkan bahwa kepopuleran gaya kebaya dalam rancangan busana modern sudah mulai terasa sejak tahun 2003 lalu. Beberapa desainer mulai mencoba untuk berkreasi dengan lace dalam gaya yang lebih enerjik dan simpel sesuai dengan gaya anak muda.
Namun, gaung peningkatan penggunaan lace pada kebaya maupun busana modern lainnya dipicu oleh gaun pengantin dari lace yang digunakan oleh Kate Middleton. Sosoknya tampak begitu anggun di hari pernikahannya, membuat banyak perempuan terinspirasi untuk menirunya.
"Pesona Kate sebagai seorang putri akan membuat dia sebagai seorang fashion icon dunia, dan seorang trendsetter," tambah Musa.
Kepopuleran lace juga menginspirasi para desainer yang mengeksplorasi bahan tersebut dalam koleksi mereka yang diperagakan di Jakarta Fashion and Food Festival 2012, seperti karya-karya Misan, Harry Lam, Sally Koeswanto, Anne Avantie, dan beberapa desainer lainnya. Lace tak hanya digunakan dalam busana pengantin atau kebaya, tetapi juga dalam gaun-gaun cocktail yang seksi, gaun malam yang elegan, ataupun gaun mini dan blus untuk anak muda. Beberapa waktu lalu, perancang Soko Wiyanto dan Yogie Pratama juga menggelar koleksinya yang mengombinasikan lace dengan batik kudus.
"Sebenarnya semua jenis kain, termasuk lace, bisa digunakan untuk berbagai usia. Hanya saja, semuanya tergantung kreativitas dan teknik cutting yang digunakan," ujar Musa. Teknik cutting akan memengaruhi bentuk akhir busana, sehingga anak muda pun tak akan ragu mengenakannya jika dirasa pas untuk mereka.