Sabtu, 25 Oktober 2014
"Sang Burung Biru", Perjuangan Menuju Kesuksesan
Rabu, 30 Mei 2012 | 09:34 WIB
|
Share:
Kompas.com/Christina Andhika Setyanti

sang burung biru, menjadi lambang perjuangan usaha keras seorang ibu untuk menghidupi anak-anaknya dan mendirikan cikal bakal perusahaan taksi besar di Indonesia.

KOMPAS.com - Jalan menuju kesuksesan tidak dapat ditempuh dengan mudah. Hal inilah yang ingin digambarkan oleh perusahaan transportasi darat, Blue Bird Group, melalui bukunya yang berjudul Sang Burung Biru: Perjalanan Inspiratif Blue Bird Group.

Buku yang ditulis oleh Alberthiene Endah ini diluncurkan sebagai momentum peringatan perjuangan usaha keras dan loyalitas Blue Bird selama 40 tahun berkarya dan melayani para pengguna jasanya. Selain itu juga untuk memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk tetap semangat, kreatif, sabar, dan tidak menyerah dalam menghadapi kehidupan.

"Kami melihat bahwa anak muda sekarang ini lebih suka semua hal yang serba instan, termasuk untuk mendapatkan kesuksesan," ungkap Noni Purnomo, Vice President Business Development Blue Bird, saat peluncuran buku di fX Sudirman, Jakarta, Selasa (29/5/2012) lalu.

Sementara itu, Endah mengungkapkan bahwa buku ini bercerita tentang perjuangan Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, pendiri Blue Bird Group yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Setelah sang suami, Prof Djokosoetono, meninggal, perjuangan ekstra keras dilakukan Mutiara. Sejumlah pekerjaan dilakoninya, mulai menjadi guru, penjual batik keliling, dan pedagang telur asin, sampai akhirnya menjadi pemilik taksi Blue Bird. Dalam buku ini juga diceritakan tentang filosofi dari motif dan lambang burung biru yang kini dikenal sebagai logo Blue Bird. 

Usaha menjadi pemilik taksi ini dilakoninya dengan penuh kejujuran untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat yang menggunakan jasa taksinya. "Perlu berpuluh-puluh tahun, serta kekompakan, keteguhan, dan komitmen, untuk bisa menjadikan taksi Blue Bird sampai seperti ini," tukas Noni, cucu perempuan Ibu Djoko (sapaan akrab Mutiara). Jika awalnya usaha ini dimulai dari dua buah sedan hadiah, kini taksi Blue Bird sudah memiliki ribuan armada yang tersebar di seluruh Indonesia.

Endah mengaku membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk menulis buku yang mengadaptasi bentuk novel bergenre drama ini. Ia mengakui bahwa sisi menarik dari buku ini terletak pada sisi empati dan humanis yang selalu dipegang teguh oleh sang pendiri untuk menjalankan bisnisnya.

"Setelah mengulik lebih dalam tentang kiat sukses dari perusahaan ini, saya tidak menemukan sebuah kiat praktis untuk sukses dan teori canggih untuk membangun bisnis karena kiat suksesnya hanya berupa naluri, dan niat luhur untuk melayani sesama dengan sebaik-baiknya melalui usaha yang dijalankannya," tukas Endah, menjelaskan mengapa buku ini menggunakan konsep novel. 

Melalui buku ini, Endah dan Noni sama-sama berharap generasi muda bisa terinspirasi dan berusaha lebih keras untuk meraih kesuksesan dalam setiap hal yang dilakukan. Keberhasilan tidak dapat diraih dengan mudah dan dalam waktu yang singkat tanpa melalui perjuangan.


Penulis :
Christina Andhika Setyanti
Editor :
Dini
BERITA LAIN: