Jumat, 19 Desember 2014
Koleksi Busana Biyan, Perpaduan Kesejukan dan Kemewahan
Kamis, 7 Juni 2012 | 18:36 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/WARDAH FAJRI

Biyan Wanaatmadja meluncurkan koleksi Foliage dalam Biyan Annual Show di Hotel Mulia Senayan, 6 Juni 2012.

KOMPAS.com - Kerinduan menikmati kesejukan alam yang memberikan inspirasi pada kehidupan dan pertumbuhannya, juga memberikan keseimbangan mendasari lahirnya koleksi terbaru Biyan 2012-2013, rancangan desainer ternama Biyan Wanaatmadja, bertajuk Foliage.

Biyan membawa kesejukan alam yang didambanya ke dalam 90 set busana koleksi Foliage dalam Biyan Annual Show 2012 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.

Baginya, sejuk dan indahnya alam merepresentasikan dunia yang hijau semakin menjadi kebutuhan bagi manusia sibuk di era kini. Dan ia pun menafsirkan inspirasi ini melalui rancangan busana yang berbeda untuk perempuan urban.

"Menikmati lingkungan yang sejuk menjadi esensi hidup, untuk mendapatkan keseimbangan," ungkap Biyan memaparkan konsep koleksi busana terbarunya, dalam jumpa pers jelang pertunjukkan Foliage di Iris Room Hotel Mulia Senayan Jakarta, Rabu (6/6/2012).

Demi perempuan

Biyan kemudian menuangkan konsep "hijau" ragam pilihan gaya busana. Sasarannya, perempuan modern yang rindu tampil menjadi pribadi apa adanya, tanpa meninggalkan sisi feminin, elegan, juga mewah.

"Foliage merepresentasikan keseimbangan hidup dan rileks. Foliage sendiri merupakan kata yang indah. Konsep koleksi busananya pun nyaman, cantik tapi tidak berlebihan. Busana yang bisa mix and match sesuai dengan gaya personal. Busana siang dan malam, office dan off office. Busana untuk perempuan masa kini yang berpikir modern," jelas desainer yang berkiprah di industri mode Indonesia sejak 1984 ini.

Tak hanya sejuk, koleksi busana Foliage juga merepresentasikan perempuan Indonesia yang aktif. Sekaligus juga menginspirasi perempuan untuk mengapresiasi budaya lokal. Konsep rancangan busana Biyan pun berhasil menarik perhatian merek body lotion Citra yang telah mendukungnya empat tahun terakhir. Sebagai cara Biyan berbagi untuk perempuan, ia pun setia berkontribusi secara sosial untuk mendukung pelaku seni perempuan melalui Yayasan Kelola oleh Linda Umar Abidin selama lima tahun belakangan.

Kaya detil

Dalam mencipta koleksi busana, Biyan tak melepas karakter khasnya. Aplikasi beadings sebagai detil pada busana menjadi ciri khasnya, tak terkecuali dalam koleksi Foliage ini. Gaya busana berkonsep "hijau" tak hanya terlihat sejuk namun juga mewah dengan sentuhan Biyan dalam menggunakan kristal Swarovski dan batu-batuan vintage semi-precious.

"Sama seperti fashion, kristal Swarovski juga mengeluarkan 2-3 koleksi pertahunnya. Kristal apa yg dipilih? Prinsipnya Biyan harus tampil beda," tuturnya.

Terbukti, Biyan memang tampil beda. Di tangannya, kristal Swarovski menyatu selaras dengan busana tanpa mendominasi penampilan namun tetap menonjolkan kemewahan yang elegan, cantik tak berlebihan.
biyan-3
Kreativitas Biyan sebagai salah satu desainer papan atas Indonesia, juga mendapat pengakuan dari Direktur Asia Tenggara Swarovski Elements, Giuseppe Ravenna. "Desainer papan atas Indonesia memiliki kreativitas tinggi dalam merancang Swarovski dalam desain busana mereka," ungkapnya seusai jumpa pers.

Biyan mengeksplorasi kristal Swarovski sebagai detil pada produk fashion dalam komposisi yang selaras dan seimbang. Kristal yang banyak digemari desainer dunia, dan dipilih label mode sekelas Dior juga Choco Chanel ini juga hadir lebih variatif.

Pilihan warna kristal yang memberi kesan mewah pada busana, konsisten dengan tema. Warna natural, tumbuh-tumbuhan juga flora, warna dasar yang didapati di alam. Tren warna terkini dari Swarovski juga hadir dalam koleksi Foliage. Seperti white opal dan sand opal, hijau dan keemasan.

Tak hanya pilihan warna, Biyan juga menampilkan detil pada busana dengan ragam teknik. Seperti teknik 3D applique, geometrik, juga buket bunga yang cantik. Kesan mewah menjadi tujuan utamanya, namun tetap terlihat anggun tak berlebihan, khas Biyan.

Kemewahan juga terasa ketika aplikasi bordir berpadu dengan kristal dan batu-batuan yang merepresentasikan ketelitian dan perhatian Biyan pada detil. "Bordirnya sangat halus," tutur Biyan.

Beadings dan bordir yang ditampilkan dalam busana pun selaras dengan tema "hijau". Kemewahan beadings dan bordir ini ditampilkan Biyan dalam bentuk floral maupun dedaunan. Dalam beberapa bentuk busananya, Biyan menampilkan keahliannya mengaplikasikan teknik beadings dan bordir seperti tebaran bunga kecil mendominasi ornamentasi.

Pada koleksi terbarunya ini, ragam motif alam juga ditampilkan variatif. Termasuk dalam bentuk bordir menyerupai padang bunga yang cantik, tentunya dengan tak meninggalkan kilau kristal yang diaplikasikannya dengan sangat hati-hati.

Bahan nyaman

Kenyamanan dalam berbusana tetap menjadi perhatian utama. Biyan memilih bahan yang nyaman dipakai. Mulai katun, sutera, taffeta, silk shantung, selain juga bahan lainnya seperti french lace, tulle dan dots tulle, satin organza, woven raffia, viscose gabardine, gold velvet.

Sesuai karakternya, Biyan tak hentinya berkreasi termasuk dalam penggunaan bahan. Ia menyandingkan tekstur bahan yang berbeda, mempertemukan beberapa material berbeda dalam satu busana, juga berani menampilkan color blocking dengan dominasi warna hitam dan warna dasar yang natural.

Gaya perempuan modern yang berani berekspresi, termasuk kalangan urban yang menampilkan ingin menampilkan sisi naif tak sekadar cantik dan elegan, juga gaya kontemporer, terwakili dari perpaduan bahan, warna, permainan detil pada koleksi busana ini.

Tak hanya itu, rancangan Biyan pun menyesuaikan tren terkini. Agar tak ketinggalan tren, ia pun melakukan kunjungan ke berbagai negara untuk membaca kebutuhan mode kekinian. "Persiapan koleksi ini dilakukan selama 7-8 bulan, termasuk kunjungan ke beberapa pameran internasional," ungkapnya.

Salah satu tren busana dengan siluet peplum juga hadir dalam koleksi Foliage dari Biyan ini. Sementara bicara elemen busana, Biyan menampilkannya secara variatif. Mulai coat kimono, ragam model blouse, lace dress, busana dengan gaya piyama dan seragam, celana panjang palazzo, jaket boxy yang simpel, juga flare dress bergaya struktural dengan kesan girly.
biyan2
Berbagai model busana ini semakin menarik perhatian, dengan pemilihan motif yang merepresentasikan alam tak setengah-setengah. Sejuk dan indah, dan tetap nyaman dipandang. Motif pakis, dedaunan, pemandangan taman, kupu-kupu, geometrik dan geometrik floral berpadu selaras dengan ragam jenis bahan.

Busana dengan warna alam seperti hijau daun mendominasi, namun warna dasar seperti hitam juga banyak didapati pada koleksi ini. Seperti alam yang punya banyak warna, koleksi Foliage juga menampilkan busana dengan warna hangat seperti krem, pale old rose, oranye geranium. Selain pilihan warna biru langit, abu, emas dan celadon.
biyan
Komposisi warna ala Biyan mengingatkan akan konservasi penghijauan, rumah hijau atau pemandangan floral. Kesan nostalgia dan romantisme juga kesejukan alam semakin terasa, ketika Biyan menampilkan puluhan busana dalam panggung yang tertata seperti area konservasi bergaya Victorian. Rimbun, terpencil namun megah. Seakan mengusik kembali nostalgia di film Great Expectations adaptasi novel karya penulis Inggris Charles Dickens.

Kerinduan akan kesejukan alam dan kesimbangan hidup pun terbalaskan. Baik di atas panggung mode annual show Biyan, juga melalui koleksi busana Biyan-Foliage, bergaya modern dengan ketaklekangan, mengangkat ragam sisi alami perempuan feminin dan maskulin, juga menonjolkan kesejukan dan petumbuhan alami kehidupan.

Foto-foto: KOMPAS.com/Mundri Winanto


Penulis :
Wardah Fazriyati
Editor :
wawa
BERITA LAIN: