Selasa, 21 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Brightspot Market, Makin Luas Makin Memukau
Penulis : Felicitas Harmandini | Sabtu, 9 Juni 2012 | 14:40 WIB
|
Share:
Berbagai produk, dari pakaian, sepatu, aksesori, buku, stationery, kacamata, kamera polaroid, bahkan pakaian anak, dapat ditemukan di Brightspot Market, yang digelar di Gandaria City Hall, Jakarta, 7-10 Juni 2012.

KOMPAS.com - Menakjubkan! Itulah kesan yang bisa kita tangkap saat mengunjungi Brightspot Market, yang diadakan di Gandaria City Hall, Jakarta Selatan, 7-10 Juni 2012. Digelar di area seluas 2600 m2, yang artinya lebih luas daripada event-event sebelumnya, bazaar untuk label fashion independen ini tampak selalu dijubeli pengunjung. Mereka tampak antusias memilih-milih pakaian, sepatu, aksesori, buku, stationery, kacamata, kamera polaroid, bahkan pakaian anak, keluaran para perancang muda. Terbukti, produk mode lokal pun bisa diterima dengan baik oleh kalangan fashionista di tanah air.

sepatu

Brightspot Market (BM), yang telah digelar untuk kedelapan kalinya ini, dicetuskan oleh Eldalia Wirjono, Anton Wirjono, Cynthia Wirjono, dan Leonard Theosabrata, yang bergabung dalam Future 10, C&C Projects, dan LTD (Leonard Theosabrata Design). Niat awal mengadakan event ini adalah memberikan tempat bagi para pemilik label indie untuk memasarkan produk mereka. Namun ternyata banyak dari label-label tersebut yang sudah cukup dikenal masyakarat, sehingga acara ini berhasil menarik ribuan pengunjung.

baju ikat

Saat pertama diluncurkan pada 2009, misalnya, hanya 25 label yang berpartisipasi. Namun event yang tergolong masih berskala kecil tersebut berhasil mengumpulkan jumlah pengunjung hingga 5.000 orang. Pada penyelenggaraan terakhir (ketujuh), jumlah pengunjung sudah meningkat jadi 55.000 orang, dengan peserta sebanyak 130 brand.

Tahun ini BM diikuti oleh 125 brand, dimana 10 persennya merupakan brand baru. Seleksi dilakukan berdasarkan potensi yang dimiliki oleh sang desainer, antara lain meliputi konsep rancangan yang jelas. Menurut Leonard, desainer produk dan pemilik perusahaan furnitur Accupunto, BM memasang target 65.000 pengunjung dalam empat hari penyelenggaraan.

Jika brand-brand baru memperoleh tempat untuk mempromosikan produknya,beberapa label yang sudah dikenal, seperti Mimsy, Hunting Fields, Cotton Ink, Satcas, Geulis, Milcah, Monday Sunday, Pot Meets Pop, Retail Therapy, atau The Goods Dept, menggunakan event ini untuk memamerkan koleksi baru. Booth Pot Meets Pop, produk denim keluaran anak muda Bandung, terlihat dijubeli pengunjung.

potmeetspop

JanSport, satu dari beberapa brand internasional yang bergabung dalam event ini, menghadirkan koleksi Fall 2012 dengan motif dan varian yang sangat menarik.

havaianas

Beberapa brand juga memberikan diskon atau harga khusus, seperti KLE, Nikicio, atau Coloriot yang memberikan diskon 50 persen. Namun sebagian besar label lokal di sini memang menawarkan harga yang sangat terjangkau. Busana yang unik dan tidak pasaran, dengan harga rata-rata Rp 200-300 ribuan, amat mudah ditemukan.

diskon

Event ini menjadi kesempatan bagi beberapa brand baru yang hanya menjual produknya secara online atau melalui pameran-pameran, untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Sebutlah misalnya Alexandra Lavinia, pemilik brand Aleica. Selama ini produk Aleica hanya dapat ditemukan di blog dan facebook milik Alexandra. Setelah membuka booth di BM, pengunjung dapat melihat secara langsung keunikan dan kualitas produk Aleica.

"Baju-baju saya konsepnya princess. Gaun yang panjang bisa dipakai untuk party, kalau yang pendek sih untuk ke mall juga bisa. Memang rancangannya untuk anak muda. Tapi tadi ada juga lho, pembeli yang usianya sudah 38 tahun," ujar Alexandra, yang saat ini masih berstatus staf marketing communication di sebuah bank asing di Jakarta.

Aleica

Koleksi Aleica hanya menyediakan satu ukuran (all size), tetapi pada umumnya dapat dikenakan untuk orang dengan ukuran tubuh apapun. Apalagi, rancangannya ada juga yang berupa baju luaran yang longgar sehingga bisa dipakai siapa saja. Kebanyakan busananya memakai bahan katun, linen, dan tulle, serta menggunakan warna-warna pastel yang lembut.

Ingin si kecil punya gaya yang beda dari anak-anak lain? Cobalah singgah ke booth Radici dan Moth Jewellery. Radici merancang koleksi busana anak usia 1-8 tahun dengan berbagai aplikasi yang bisa dilepas pasang. Misalnya, jumpsuit dengan hood, atau jaket dengan ikat pinggang dan kelepai di bagian pundak. Nah, penutup kepala atau ikat pinggang ini untuk mengurangi kesan berat pada pakaian tersebut.

radici anggi

Bagi Larasati Dewangga Putri, perancang aksesori Moth, event ini menjadi ujian pertama baginya untuk mengetahui daya jual produknya. Produk aksesorinya terbuat dari bahan-bahan sisa, atau istilahnya limbah. Kalung atau cincin yang terlihat unik ternyata dibuat dari potongan sisa pensil warna.

radici5

"Tahun lalu kan saya menang lomba perancang aksesori dari majalah Femina. Karena itu saya jadi tertantang untuk menawarkan produk ini secara langsung di acara Brightspot Market," tutur Anggi, begitu sapaan akrabnya, pada Kompas Female.

Jika Anda lelah menyusuri booth demi booth di area yang sangat luas ini, Anda bisa mengistirahatkan kaki di area kafe. Sejumlah produk food & beverage menyediakan kudapan ringan dari Alma, The Goods Cafe, Chef Nation, dan Serradella Patiserrie. Kue-kue lezat seperti macaroons, cupcakes, atau cookies yang chewy bisa dinikmati bersama aneka minuman panas.

cafe

Apabila Anda belum sempat berkunjung ke pameran fashion ini, Brightspot Market masih akan dibuka untuk umum pada Sabtu dan Minggu ini (9-10/6/2012), mulai pukul 11.00-23.00.

FOTO-FOTO: FELICITAS HARMANDINI

Editor :
Dini