Jumat, 24 Oktober 2014
Jangan Abaikan Keputihan pada Kehamilan
Senin, 11 Juni 2012 | 18:34 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Keputihan yang dialami pada ibu terutama pada trimester pertama akan meningkatkan risiko bayi lahir prematur

KOMPAS.com - Ketika hamil, tak jarang perempuan jadi lebih mudah terserang keputihan. Meski sebenarnya keputihan merupakan hal yang biasa terjadi, namun Dr dr Ali Sungkar, SpOG, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut bisa sangat berbahaya.

"Jangan sepelekan masalah keputihan saat hamil, terutama pada trimester pertama," tukasnya, saat seminar Deteksi Dini Risiko dan Komplikasi pada Masa Kehamilan di Brawijaya Women and Children Hospital, Jakarta Selatan, Sabtu (09/06/2012) lalu. Pada trimester pertama, kondisi janin menurutnya masih sangat lemah sehingga butuh perawatan yang ekstra hati-hati, termasuk dalam menjaga kebersihan vagina.

Keputihan merupakan salah satu gejala terjadinya infeksi pada vagina (bacterial vaginosis), yang terjadi akibat terganggunya keseimbangan normal bakteri "baik" akibat bakteri "jahat" yang tumbuh pesat di vagina. Bakteri jahat yang tumbuh di vagina ini akan membuat pH (tingkat keasaman) vagina meningkat.

Normalnya, kondisi pH vagina berada pada kisaran 4,5 ke bawah. Namun aktivitas bakteri yang meningkat pada vagina dan berakibat pada keputihan bisa meningkatkan kadar pH-nya sampai angka tujuh. Infeksi bakteri ini akan mengganggu perkembangan janin, dan merusak sel-sel ketuban sehingga meningkatkan risiko Premature Rupture of The Membrane (PROM), atau ketuban pecah sebelum waktunya.

Selain itu, keputihan berlebihan yang ditandai dengan adanya lendir yang berwarna putih kehijauan dan berbau juga bisa berakibat pada kelahiran bayi prematur. Bahkan sekitar 50 persen kelahiran bayi prematur disebabkan oleh infeksi vagina akibat bakteri. Kelahiran prematur akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti lumpuh otak, kebutaan, sampai gangguan kognitif. Keputihan juga bisa meningkatkan risiko kematian bayi sampai dengan 40 kali lipat.

"Jika mengalami keputihan saat hamil, jangan sembarangan minum obat anti keputihan. Konsultasikan ke dokter agar keputihannya bisa diobati tanpa mengganggu perkembangan janin," sarannya.


Penulis :
Christina Andhika Setyanti
Editor :
Dini
BERITA LAIN: