
KOMPAS.com - Semakin kecilnya jurang perbedaan antara laki-laki dan perempuan sekarang ini, sebenarnya membuka banyak kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan diri dan berprestasi dalam berbagai bidang. Ibu yang memiliki banyak prestasi di dalam dan di luar rumah justru mampu memotivasi anaknya untuk bisa berprestasi. Selain itu, perempuan berprestasi juga mampu mengembangkan diri dan memberi penghargaan yang tinggi terhadap dirinya sendiri.
Sayangnya, masih banyak perempuan Indonesia yang memilih untuk tetap tinggal dalam zona nyaman, dan melewatkan berbagai kesempatan emas untuk meraih hal-hal yang diinginkan. Menurut penelitian, kecenderungan untuk mengambil pilihan yang lebih mudah dan mengisolasi diri dari berbagai perubahan dalam hidup, merupakan ciri rasa percaya diri yang rendah.
"Lari dari tantangan, mengisolasi diri dari perubahan, dan selalu diam dalam zona nyaman, adalah ciri orang yang kurang percaya diri pada kemampuannya. Perempuan harus bisa lebih percaya diri jika ingin sukses dan berhasil dalam hidup," ungkap psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPSi, MHPEd, saat kampanye Rexona "Kenapa Enggak?" di Hongkong Cafe, Jakarta Pusat, Selasa (12/6/2012) lalu.
Selain kepercayaan diri yang rendah, keengganan mengambil kesempatan yang datang ternyata juga dipengaruhi oleh rasa takut seseorang terhadap penilaian orang lain. "Seringkali ego orang lebih banyak memonopoli. Karena takut tidak mampu melakukan, dan malu dengan orang lain, akhirnya beralibi dengan kata malas melakukannya," jelasnya. Padahal, belum tentu hal ini tidak bisa dilakukan. Seringkali rasa takut gagal dan pembatasan pikiran bahwa Anda tak akan bisa melakukannya, sudah lebih dulu membuat kita takut.
Sayangnya, kesempatan tidak datang berulang-ulang. Agar tak menyesal di kemudian hari, beranikan diri untuk menerima tantangan dengan penuh percaya diri. Ketika kepercayaan diri itu ada, selalu akan ada jalan untuk menjawab setiap tantangan yang dihadapi. Jangan kalah sebelum berperang. "Ingatlah bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil saat ini akan punya efek untuk kehidupan masa depan kita," tukasnya.
Hanya saja untuk berani mengambil setiap kesempatan yang datang, kita tak bisa hanya bermodal nekat. Harus ada persiapan dan amunisi yang ampuh untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Rosdiana mengungkapkan, ada beberapa cara untuk menambah rasa percaya diri dan menambah amunisi agar lebih berani bangkit dari zona kenyamanan, dan melakukan perubahan positif dalam hidup.
"Kenali diri sendiri, dan potensi apa yang kita miliki. Sesuaikan kepercayaan diri kita dengan potensi dan kemampuan pribadi masing-masing. Dengan demikian hidup jadi lebih berwarna dan berprestasi maksimal," sarannya.