Rabu, 19 Juni 2013
"Hari Milik" Bantu Atur Jadwal Aktivitas Weekend
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Sabtu, 16 Juni 2012 | 20:42 WIB
|
Share:
Tanyakan pada anak apa keinginannya untuk dilakukan bersama saat weekend

KOMPAS.com - Akhir pekan merupakan waktu yang seharusnya didedikasikan untuk beraktivitas bersama keluarga tercinta. Sayangnya, banyak orangtua yang lebih memilih untuk lembur atau justru malah tidur dan bermalas-malasan karena sudah merasa lelah bekerja. Padahal aktivitas bersama keluarga di akhir pekan memiliki segudang manfaat.

"Dengan meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga, komunikasi yang baik antara anak dan orangtua akan terjalin," tukas psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Diungkapkan Anna, weekend merupakan saat yang tepat bagi orangtua untuk mengajarkan nilai dan perilaku positif kepada anak dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan. Proses pengajaran bisa dilakukan melalui berbagai aktivitas permainan yang menyenangkan, baik di dalam maupun luar rumah. Yang perlu diingat adalah, anak diajak melakukan aktivitas yang menyenangkan. Sebagai ibu, tentu Anda lebih tahu kegiatan apa yang disukai anak, sehingga keterlibatan Anda sangat diperlukan.

Anda tidak perlu memaksa anak untuk selalu mengikuti keinginan Anda. Lebih baik tanyakan pendapat mereka, dan apa yang mereka inginkan saat weekend. Hal ini akan melatih mereka untuk berani mengungkapkan pendapat, dan melatih kemampuan mereka untuk bermusyawarah menentukan keputusan bersama kakak dan adiknya.

Untuk menentukan aktivitas bersama saat weekend, Anna menyarankan untuk membuat sebuah jadwal khusus yang disebut "hari milik", jika memiliki anak lebih dari satu. "Dalam satu bulan, ada delapan hari weekend. Tentukan, misalnya Sabtu adalah hari milik kakak, Minggu adalah hari milik adik,  bergantian sampai akhir bulannya," tukas Anna.

Ketika hari milik mereka tiba, anak dibebaskan untuk melakukan aktivitas yang mereka inginkan, dan semua anggota keluarga harus ikut melakukannya. Misalnya, saat tiba jadwal sang kakak dan ia ingin bermain sepak bola, semua anggota keluarga harus terlibat di dalamnya. Keterlibatan ini bisa dalam bentuk ikut bermain, atau ikut mendukung ayah dan kakak bermain sepak bola dari pinggir lapangan sebagai cheerleader.

"Yang paling penting adalah kebersamaan satu keluarga untuk beraktivitas. Dengan demikian anak akan merasakan kehangatan dan dukungan dari orangtuanya, dan kebahagiaan anak bisa Anda wujudkan," pungkasnya.

Editor :
Dini