Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Tak Puas dengan Kulit Ketiak, Perempuan Membatasi Diri
Penulis : Wardah Fazriyati | Selasa, 19 Juni 2012 | 12:12 WIB
|
Share:
Perempuan mendamba kulit ketiak yang mulus dan halus, tak berbulu tak berbau, tetap kering namun terjaga kelembaban alami dan memiliki warna merata tak menghitam.

KOMPAS.com - Kebanyakan perempuan tak puas dengan tubuhnya, termasuk salah satu bagian kulit yang tak terlihat namun tetap menjadi perhatian, yakni kulit ketiak. Survei diadakan Dove-PT Unilever Indonesia Tbk menunjukkan, 96 persen perempuan punya kepedulian tinggi terhadap kulit ketiaknya.

Survei yang melibatkan 300-400 perempuan urban usia 18-35 di beberapa kota besar di Indonesia, menunjukkan banyak perempuan yang mengeluhkan kondisi ketiaknya.  Kulit ketiak dikatakan ideal jika tidak berbulu, warna kulit merata, halus dan lembut, tetap kering tak berbau namun tetap terjaga kelembaban alaminya.

Sayangnya tak semua perempuan Indonesia memiliki idealitas kulit yang "bersembunyi" ini. Sebanyak 40 persen perempuan memilih kulit ketiak sebagai salah satu bagian tubuh yang tak memuaskan bagi mereka.

Ketidakpuasan perempuan pada kulit ketiak berasal dari warna kulit ketiak yang menghitam (82 persen) dan terganggu dengan pori-pori besar dan kulit ketiak yang kasar (67 persen).

Lantaran tak memiliki kulit ketiak yang ideal, perempuan cenderung merasa tak percaya diri (47 persen). Perempuan juga terhalang untuk melakukan berbagai hal lantaran kehilangan kepercayaan dirinya. Seperti, 41 persen perempuan membatasi gerakan lengan, 37 persen merasa malu, 37 persen membatasi kegiatan olahraga, dan 34 persen merasa tak bebas bergerak.

"Tak hanya itu, karena memiliki kepedulian tinggi dengan kulit ketiak, perempuan bahkan mengaku memerhatikan penampilan kulit ketiak perempuan lain. Tiga dari lima perempuan melakukan hal ini. Mereka juga sadar bahwa orang lain memerhatikan kulit ketiaknya, dua dari tiga perempuan sadar orang lain juga memerhatikan kulit ketiaknya seperti ia memerhatikan kulit ketiak perempuan lain," jelas Eka Sugiarto, Brand Building Director saat ditemui Kompas Female di sela kegiatan Dove Beauty Residence di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Membatasi diri
Kulit ketiak ideal menjadi dambaan perempuan. Lebih dari 60 persen perempuan mengaku lebih higienis dan percaya diri karena memiliki kulit ketiak yang ideal. Selebihnya, lebih dari 20 persen mengaku merasa lebih menarik dan 20 persen perempuan mengaku lebih seksi.

Kondisi kulit ketiak berdampak besar bagi perempuan, terutama dalam berpenampilan selain juga dalam beraktivitas. Perempuan cenderung membatasi diri karena merasa tak memiliki kulit ketiak sesuai impiannya.

Sembilan dari 10 perempuan mempertimbangkan kondisi penampilan kulit ketiak sebelum memilih busana. Alhasil, dua dari tiga perempuan tak percaya diri mengenakan busana tanpa lengan sesering yang mereka inginkan.

Padahal bagi kebanyakan perempuan, busana tanpa lengan menambah kepercayaan dirinya (50 persen). Sementara perempuan lain, 38 persen, menyatakan lebih menarik jika mengenakan busana tanpa lengan dan 34 persen mengaku lebih feminin menggunakan busana yang memperlihatkan area ketiak ini.

Bagaimana dengan Anda, apakah kulit ketiak memengaruhi pilihan berbusana atau bahkan membatasi aktivitas lainnya?

Editor :
wawa