Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kebiasaan Membersihkan Rumah Belum Higienis
Penulis : Wardah Fazriyati | Sabtu, 23 Juni 2012 | 18:37 WIB
|
Share:
Yakin rumah Anda sudah higienis atau sekadar bersih saja?

KOMPAS.com - Kebanyakan keluarga belum memiliki kebiasaan bersih-bersih rumah yang higienis. Meski kesadaran untuk merawat rumah dengan cara tepat sudah muncul, namun kebiasaan yang higienis belum sepenuhnya bertumbuh.

Riset etnografi diadakan 3M melalui merek Scotch-Brite menunjukkan cara merawat rumah masyarakat perkotaan di 20 rumah tangga di Jabodetabek dan Bandung, masih belum tepat. Riset ini dilakukan melalui pengamatan langsung ke rumah tangga mengenai kebiasaan membersihkan rumah masing-masing keluarga.

Hasilnya, banyak keluarga yang masih memprioritaskan membersihkan rumah di area yang mudah dilihat termasuk oleh tamu, yakni ruang keluarga dan ruang tamu. Sementara, dapur dan kamar mandi yang mudah terkontaminasi kuman justru kurang mendapatkan perhatian atau dibersihkan namun sekadarnya.

"Frekuensi membersihkan rumahnya sudah tepat, yakni rumah dibersihkan setiap hari. Tapi intensitas dan kebiasaaan termasuk cara membersihkan rumahnya kurang tepat, membersihkan tapi sekadarnya," jelas Yunadi Aulia Desmawan, Brand Manager Scotch-Brite kepada sejumlah media di sela kegiatan edukasi untuk kaum ibu bertema Rumah Bersih Terawat, Keluargaku Sehat Bersama Scotch-Brite di restoran Eclectic, Cilandak Town Square, Jakarta, Sabtu (23/6/2012).

Kebiasaan yang belum memprioritaskan kebersihan dapur dan kamar mandi inilah yang perlu diubah. Terutama kebersihan dapur yang semestinya mendapatkan perhatian ekstra. Karena di area inilah, proses memasak bahan makanan yang disantap setiap harinya, dilakukan. Kamar mandi yang menjadi "sarangnya" kuman juga perlu dibersihkan setiap hari dengan cara tepat.

Praktisi kesehatan dari Kementrian Kesehatan RI, Dr Nurrahmiati, MKM mengatakan kesadaran untuk membersihkan rumah dengan cara lebih higienis perlu terus ditumbuhkan sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih Sehat.

"Kita memang tidak bisa steril dari kuman. Selain menjaga daya tahan tubuh, yang perlu dilakukan adalah juga meminimalisasi kuman yang masuk ke dalam tubuh, dengan rutin membersihkan seluruh bagian rumah dengan cara yang benar," jelasnya.

Aulia menambahkan, penggunaan alat kebersihan yang tepat sesuai fungsi, juga turut menentukan tingkat kebersihan rumah tangga. Penggunaan alat kebersihan yang keliru menjadi salah satu sebab mengapa rumah tangga belum sepenuhnya bersih dan higienis.

Pemilihan alat kebersihan yang tepat, berdaya serap tinggi atau memiliki kemampuan menggosok yang baik, dapat membantu seluruh anggota keluarga saat membersihkan rumah.

Dari hasil riset, Aulia mengungkapkan, sebenarnya rumah tangga di kota besar sudah menyadari pentingnya penggunaan alat kebersihan yang tepat dan optimal untuk merawat rumah.

"Sekitar 15-20 persen responden sudah mengetahui penggunaan alat kebersihan yang tepat, namun tidak terjadi pada saat eksekusi. Karena biasanya yang melakukan pekerjaan bersih-bersih di rumah, adalah pekerja rumah tangga yang belum teredukasi dengan baik," tuturnya.

Penggunaan alat kebersihan yang keliru biasanya ditemui pada spons pencuci piring, alat kebersihan di kamar mandi juga penggunaan sapu yang kerap disatukan, sapu untuk ruang keluarga dan dapur.

Pemilihan dan cara penggunaan alat kebersihan yang belum tepat menyebabkan banyak alat rumah tangga yang belum bersih sepenuhnya, atau sekedar bersih namun tidak higienis. Akibatnya, kuman pun menempel pada berbagai alat rumah tangga dan menimbulkan penyakit.

Edukasi inilah yang disampaikan Scotch-Brite melalui roadshow di beberapa kota sepanjang Juni 2012. Berawal dari Bandung, menyusul Jakarta, berlanjut ke Surabaya dan beberapa kota lainnya. Di Jakarta, kegiatan yang mengajak keluarga Indonesia merawat rumah dengan cara tepat ini melibatkan 350 kaum ibu dari Jakarta dan sekitarnya.

 

Editor :
wawa