
KOMPAS.com - Survei Usage & Attitude yang dilakukan oleh TNS (perusahaan global survei konsumen) untuk PT Beiersdorf Indonesia menunjukkan, 61 persen pria Indonesia memiliki jenis kulit yang berminyak. Kulit berminyak ini dianggap sebagai penyebab dari semua masalah kulit seperti jerawat, komedo, kulit kusam, dan kasar.
Sebenarnya para pria juga membutuhkan berbagai produk perawatan kulit yang bisa menjaga kesehatan kulit mereka, terutama wajah, seperti yang rutin dilakukan para perempuan. "Penampilan pria merupakan salah satu kunci sukses di segala bidang. Saat pria merasa penampilannya sempurna, maka kepercayaan dirinya akan meningkat, termasuk dalam pekerjaan, pertemanan, dan hubungan dengan lawan jenis," tukas aktor Jonas Rivano, dalam acara peluncuran pembersih muka pria beberapa waktu lalu di Jakarta.
Namun, diakui Jonas kepada Kompas Female, pria merupakan sosok yang praktis dan tidak suka melakukan perawatan yang berlebihan dan memakan waktu lama. Jika para wanita biasa menggunakan lima macam produk perawatan muka yang berbeda, pria cenderung menjaga kebersihan wajah dengan satu langkah yang praktis, yaitu mencuci muka dengan sabun mandi. Tak terbayang dalam benak mereka untuk mencuci wajah dengan sabun khusus muka atau menggunakan pelembab sesudahnya. Pria yang kelewat rajin melakukan perawatan wajah akan dianggap tidak macho.
"Namun, menyadari kulit mereka pun perlu dirawat agar tetap sehat dan bersih, kini sudah banyak pria yang lebih memperhatikan kesehatan kulit wajahnya dengan merawatnya lebih cermat, atau pergi ke dokter kulit," jelas dr Samuel Lucas, SpKK, dalam acara yang sama.
Dr Samuel mengungkapkan, saat ini sekitar 50 persen pria mulai sadar untuk memperhatikan dan merawat kulit wajahnya. Selain mencuci muka, yang biasanya mereka lakukan untuk merawat wajah adalah menghilangkan jerawat, menghaluskan kulit, dan memperbaiki penampilannya. "Hampir sebagian besar perawatan yang dilakukan sama seperti perempuan, hanya saja tidak sampai untuk prosedur memutihkan kulit," tukas dr Samuel kepada Kompas Female.
Penampilan memang terbukti sangat mempengaruhi kehidupan seorang pria. Dr Samuel mengungkapkan, di Amerika banyak remaja pria dengan masalah jerawat parah memilih untuk bunuh diri. Masalah jerawat terbukti mengurangi kepercayaan diri mereka, sehingga mereka tak sanggup menghadapi orang lain.
Hal itu terungkap setelah Norwegian Institute of Public Health melakukan penelitian pada tahun 2010. Dari hampir 4.000 remaja usia 18 atau 19 tahun, sekitar 14 persennya memiliki jerawat yang parah di wajahnya. Hampir 25 persen dari remaja dengan jerawat parah mengatakan punya pikiran untuk bunuh diri. Dr Jon A. Halvorsen, MD, dari Universitas Oslo, Norwegia, mengungkapkan bahwa kasus ini lebih banyak dialami oleh remaja pria dibandingkan dengan remaja perempuan, karena remaja perempuan dinilai lebih rajin merawat wajah sehingga jerawatnya tidak terlalu parah.