Selasa, 29 Juli 2014
Dilema Perselingkuhan: Memaafkan atau Meninggalkannya
Senin, 30 Juli 2012 | 12:00 WIB
|
Share:
shutterstock

Si dia selingkuh, memaafkan atau meninggalkannya.

KOMPAS.com - Banyak dari kita yang akan setuju dengan sebuah nilai, apapun alasannya selingkuh itu tidak dibenarkan. Setiap kali Anda mendengar cerita seorang kawan yang dikhianati, Anda pasti geram. Jangankan, orang yang Anda kenal, berita perselingkuhan selebriti saja bisa membuat Anda bersimpati, kesal, atau mengeluarkan pendapat keras yang mengecam.

Seperti kasus perselingkuhan yang baru-baru ini menjadi berita gencar antara Robert Pattinson dan Kristen Stewart. Setelah Kristen Stewart minta maaf timbul kasak kusuk baru, apakah Robert Pattison akan memaafkannya? Mungkihkan Robert memaafkan Kristen setelah dipermalukan depan publik?

Tapi sementara itu, bagaimana jika Anda berada dalam situasi yang sama? Mungkin akan mudah mengatakan "Sudah tinggalkan saja!" atau "Kalau, saya jadi kamu tak akan saya maafkan!", jika yang selingkuh bukan pasangan Anda. Kalau si dia, apa tidak hancur rasanya dunia?

Tetapi setelah semuanya terjadi, si dia minta maaf. Sepertinya sungguh - sungguh dan Anda masih sangat mencintainya. Selanjutnya apa? Sebelum menerimanya kembali ada empat hal yang harus Anda pertimbangkan:

1. Apakah ini terjadi sekali?
Anda perlu mengetahui dengan pasti perselingkuhan ini terjadi karena khilaf atau sudah menjadi hubungan jangka panjang. Diam-diam si dia sudah menjalin hubungan berbulan-bulan dengan perempuan lain. Sebenarnya kedua hal tersebut bukan alasan buat membenarkan perbuatan si dia, akan tetapi jika ada anak-anak yang terlibat (seperti dalam kasus Rupert Sanders sutradara yang berselingkuh dengan Kristen)
hal ini tak ada salahnya dipertimbangkan. Hubungan ada pasang surutnya, mungkin saat terjadi mekanisme pertahanan si dia sedang lemah.

2. Apakah ia mengakui atau Anda yang menangkap basah?
Jika Anda menemukan melalui teman atau melalui email-nya, rasa pedih akibat pengkhianatan akan lebih buruk daripada jika dia mengaku kepada Anda langsung.

3. Apakah ia akan memeberi Anda ruang untuk pulih?
Sakit hati, marah, kecewa dan segala perasaan negatif yang timbul dari akibat perselingkungan tidak akan mudah hilang dengan ucapan maaf. Anda butuh ruang untuk berpikir dan memikirkan ulang tentang hubungan Anda. Apa yang Anda cari dalam sebuah hubungan? Ruang juga penting baginya buat memikirkan motifnya selingkuh dan benar-benar menyadari kesalahannya. Anda tentu tak ingin menerimanya kembali lalu mengungkit-ngungkit masalah ini seumur hidup.

4. Apakah Anda benar-benar bisa memaafkan?
Ini adalah bagian yang paling sulit. Bahkan jika ia bersumpah tidak akan mengulanginya lagi dan Anda kembali bersama, akan ada saat-saat emosi Anda meledak. Lebih buruk lagi Anda hidup dalam kecurigaan. Hal tersebut tidak hanya buruk bagi hubungan tapi juga akan mengerogoti kepercayaan diri, sebab Anda selalu merasa terancam. Yakinkan diri lebih dulu, bila Anda bisa mempercayainya lagi sebelum melakukan rekonsiliasi.

 

 


Editor :
Hesti Pratiwi
BERITA LAIN: