Senin, 22 Desember 2014
Cara Memberikan ASI dengan "Cup Feeder"
Jumat, 10 Agustus 2012 | 06:55 WIB
|
Share:
shutterstock

Kalau ibu kesulitan menyusui gunakan alat bantu dengan menggunakan cup feeder.

KOMPAS.com — Bila dengan alasan tertentu ibu tidak dapat menyusui bayi dan terpaksa memberikan ASI dengan menggunakan alat bantu, pilih alat yang tepat agar bayi tidak mengalami bingung puting. Salah satu alat bantu memberikan ASI adalah cup feeder atau gelas bersloki.

Cup feeder khusus untuk bayi baru lahir memiliki corong pada bagian ujungnya. Kelebihan cup feeder, bayi dapat minum susu dengan perlahan menggunakan lidahnya sehingga dapat terhindar dari tersedak. Selain juga tidak menyebabkan bayi menjadi bingung puting.

Kekurangannya, cairan, susu bisa berceceran ke mana-mana, terutama bila orang dewasa yang membantu memegang cup feeder tidak mencermati volume susu yang mengalir ke mulut bayi.

Bagi bayi berusia enam bulan ke atas, dapat menggunakan cup feeder dengan bagian khusus yang menonjol dan berlubang, berfungsi sebagai jalan keluar susu, sehingga bayi bisa menyedot melalui lubang tersebut.

Cara menggunakan cup feeder:
* Gendong bayi di pangkuan, kemudian posisikan bayi dengan kepala agak tegak. Gunakan tangan untuk menopang bahu dan leher bayi.
* Tempelkan bibir bayi pada cup feeder.
* Miringkan gelas bersloki hingga cairan susu menyentuh bibir bawah bayi. Biarkan bayi menggerakkan lidahnya untuk menyeruput. Jangan menuangkan cairan susu kepada bayi agar terhindar dari tersedak. Biarkan bayi minum secara perlahan. Untuk itu, penting menjaga cairan susu agar bayi tetap dapat menyeruput secara terus-menerus.

(Tabloid Nakita/Utami Sri Rahayu)


Editor :
wawa
BERITA LAIN: