Sabtu, 20 Desember 2014
4 Fakta Saat Menyusui
Rabu, 5 September 2012 | 13:57 WIB
|
Share:
shutterstock

carilah posisi yang nyaman untuk menyusui

KOMPAS.com - Ada beberapa kekhawatiran para ibu baru ketika mereka akan menyusui si kecil. Apakah ASI Anda akan cukup baginya? Berapa lama waktu menyusui? Apakah bisa hamil lagi? Dan berbagai pertanyaan lain masih berkeliaran di kepala Anda. Inilah jawaban untuk semua pertanyaan Anda tersebut.

1. Posisi yang nyaman
Masing-masing ibu memiliki gayanya masing-masing saat menyusui anak. Berbagai gaya ini sebenarnya tidaklah menjadi masalah, karena yang paling penting adalah kenyamanan ibu dan bayi saat menyusui.

Salah satu posisi nyaman yang bisa ditiru adalah dengan memegang bayi dengan menghadap ke payudara Anda. Dekatkan payudara ke bibir bayi, dan sentuhkan. Tunggu sampai ia membuka mulutnya dan mencari puting susu Anda. Ketika ia lapar, ia akan membuka mulutnya dan mulai mengisap ASI. Jangan memaksanya untuk minum ASI karena jika ia hanya mengisap payudara dan bukan ASI, justru akan menyakitkan bagi Anda.

Setelah 10 detik pertama menyusui dan puting terasa sakit, sebaiknya lepaskan bayi perlahan-lahan. Caranya, tempatkan jari kelingking (pastikan sudah bersih) di sudut bibir bayi dan dorong menjauhi payudara. Setelah beberapa saat, coba lagi untuk menyusuinya. Selain menyakitkan, cara menyusui yang salah akan membuat puting berkerut dan keriput.

2. Kenali tanda bayi cukup ASI
Kulit bayi yang halus, warna yang cerah, dan berat badan yang bertambah merupakan indikator pertumbuhan bayi. Sebagian besar bayi biasanya menyusu sekitar 8-12 kali dalam sehari. Namun, setelah menyusu, Anda harus memerhatikan kondisinya apakah ia sudah mendapatkan cukup ASI.

Berat badan bukanlah satu-satunya indikator si kecil sudah mendapatkan cukup ASI atau belum. Berat badan yang menurun pun, belum tentu menunjukkan bahwa ia kekurangan ASI. Bayi akan kehilangan 10 persen dari berat tubuhnya saat hari-hari pertama setelah lahir. Berat badannya pun akan kembali setelah dua minggu kemudian. Salah satu tanda bahwa ia kurang mendapatkan susu adalah dari bahasa tubuhnya, seperti lesu, selalu mengantuk, pencernaan tidak lancar, dan berat badan yang terus menurun.

3. Tidak ada batas waktu menyusui

Sangat sulit untuk menentukan lamanya menyusui bayi, karena bagi bayi, ASI adalah makanan, sekaligus cara mendapatkan kenyamanan dan kedekatan dengan ibunya. Setiap bayi punya kapasitas dan waktu sendiri untuk menyusu, jadi sebaiknya tidak membandingkan bayi Anda dengan bayi orang lain.

Tak ada batas waktu yang pasti untuk menyusui. Pada hari-hari pertama, Anda akan mengalami proses menyusu yang memakan waktu yang lama. Namun, ketika bayi sudah lebih "mahir" menyusu, pastinya waktu menyusui juga akan lebih cepat.

4. Menyusui bisa jadi alat kontrasepsi andal

Saat hamil dan menyusui, secara otomatis, kadar hormon tubuh akan menjadi sedikit kacau. Selama periode menstruasi belum kembali normal, menyusui sama efektifnya dengan pil KB. Namun periode kesuburan kebanyakan ibu akan kembali antara 6-24 bulan setelah melahirkan. 


Penulis :
Christina Andhika Setyanti
Editor :
Dini
BERITA LAIN: