
KOMPAS.com - Pemenuhan gizi anak di usia pertumbuhan merupakan hal penting. Sayangnya, begitu banyak keluarga di Indonesia tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi buah hati mereka. Menurut data Biro Pusat Statistik, sampai tahun 2005, jumlah balita yang mengalami gizi buruk masih sebanyak 8,80 persen.
Tentu, bukan maksud orangtua untuk menelantarkan anaknya. Namun, biaya yang harus mereka keluarkan untuk memenuhi asupan gizi anak kadangkala tidak seimbang dengan pendapatan keluarga dalam sehari.
Untuk merespons kondisi ini, PT Mulia Boga Raya, produsen keju cheddar olahan Prochiz, menawarkan alternatif camilan sehat untuk anak dengan harga yang terjangkau. Prochiz Slice, keju olahan berbentuk lembaran ini bertekstur lembut, kenyal, tidak getas, dan tidak terlalu asin.
Menurut Sales Manager Nasional Prochiz Nachim Hardja, keju ini memang dirancang dengan citarasa yang pas di lidah orang Indonesia. Maka, diharapkan camilan bergizi ini dengan mudah dapat disukai seluruh anggota keluarga. Produknya yang berupa keju lembaran membuatnya bisa langsung disantap tanpa harus dimasak terlebih dahulu.
"Kualitas produk kami berada di atas kompetitor. Selain itu, harga produk kami juga kompetitif," ujar Nachim, saat peluncuran Prochiz Slice di Novotel Mangga Dua Square Jakarta, Rabu (12/9/2012) lalu.
Prochiz Slice tersedia dalam kemasan isi lima dan sepuluh lembar keju. Jika dihitung, harga per lembar keju seberat 17 gram ini hanya di kisaran Rp 1.000. Walaupun berharga murah, Manager Research and Development Nur Hidayat meyakinkan masyarakat bahwa produk ini aman dan sehat untuk dikonsumsi. Produk ini telah disetujui oleh Badan POM Indonesia dan bebas pengawet berbahaya.
Produk keju lembaran ini merupakan varian baru dari Prochiz, sejak meluncurkan varian keju cheddar pada tahun 2009. Saat itu, perusahaan ini menggandeng chef terkenal Indonesia, Farah Quinn, sebagai brand ambassador-nya.