Rabu, 27 Agustus 2014
Restoran Cina untuk Umat Muslim
Minggu, 16 September 2012 | 19:40 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/HESTI PRATIWI

Bebek Panggang Hongkong

KOMPAS.com – Masakan Cina atau chinese food terkenal kelezatannya di seluruh dunia. Namun bagi umat muslim terkadang  ragu untuk menyantapnya, karena tentu diwajibkan hukumnya untuk mengonsumsi barang serta bahan makanan yang halal sesuai hukum Islam. Nah alasan ini yang menyebabkan H. Sharin Low membuka restoran chinese muslim.

“Awalnya saya buka di Selangor Malaysia dan langsung berkembang pesat,” kenangnya. Alasan membuka cabang di Jakarta, “Banyak insinyur yang kerja di Petronas adalah orang Indonesia, mereka menyarankan untuk membuka cabang di Indonesia,”ujar H. Sharin saat acara pembukaan restoran di bilangan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Restoran dua lantai yang didominasi warna merah ini berlokasi di JL. KH Abdulah Syafi’I no 25, Tebet, Jakarta Selatan,  menyediakan lebih dari seratus menu makanan mulai dari sayur, ikan, udang, kepiting, cumi hingga bebek.

“Bagi umat muslim Indonesia tak perlu ragu sebab restoran ini mengikuti aturan hukum islam. Tidak menggunakan wine (arak), minyak babi dan semua hewan disuplai dan disembelih menurut aturan hukum Islam. Bahkan kami menggunakan kepiting yang halal, bukan sejenis kepiting yang hidup di dua alam.”

Menu yang dihidangkan akan dimasak segera setelah dipesan. “Kami juga tidak menggunakan saus yang dijual. Semua saus serta bumbu kami olah sendiri dari bahan segar. Di sini letak kelezatannya,” ujar H. Sharin Low yang mendapatkan resep secara turun-menurun.

Masakan Cina yang dipilih berasal dari Kanton (Cantonese). “Seni memasak Cantoonese sudah terkenal selama ribuan tahun dan kalau ada masakan Cina yang halal biasanya berasal dari sana. Sebab dari sanalah mesjid pertama di Cina dibangun.”
   

 


Editor :
Hesti Pratiwi
BERITA LAIN: