Kamis, 24 Juli 2014
Kenapa Diam- Diam Pria Menyukai Wanita "Bossy"
Senin, 15 Oktober 2012 | 15:13 WIB
|
Share:
REDBOOK

KOMPAS.com -  Selama ini kita dibuat percaya bahwa laki-laki adalah pemimpin dan tak suka dengan perempuan yang mendominasi. Perempuan dengan kataristik tegas, pemegang kendali, tukang memerintah seperti bos. Sebab hal itu akan merontokkan egonya dan membuatnya terlihat seperti pengecut.  Serta mendapat label  ISTI (Ikatan Suami Takut Istri) yang sama sama sekali tidak menyenangkan.


Benarkah, bahwa laki-laki hanya menyukai perempuan yang pasif dan penurut? Mungkin benar, tapi bisa juga tak sepenuhnya benar. Laki-laki juga menyukai perempuan kuat, pemegang kendali serta mampu memerintah seperti bos.


Perempuan bossy memiliki  keterampilan manajerial (bossiness) yang handal dalam mengatur rumah tangga. Tidak banyak berdebat  dan jika ingin menyelesaikan sesuatu dengan segera semuanya selesai.


Padahal kita sering percaya bahwa perempuan bossy itu cenderung buruk dan hal yang tabu. Laki-laki akan dengan terbuka menginginkan perempuan dengan tipe wajah, ukuran tubuh tertentu, tinggi badan hingga ukuran cup bra. Namun Anda tak akan menemui atau hanya sedikit yang akan mengakui bahwa sebenarnya ia menikmati apalagi menyukai perempuan bossy. Kenapa? Karena mereka takut diberi label pengecut.


Sepertinya masih menjadi sesuatu yang sulit diterima bila ada laki-laki waras ingin menghabiskan hidupnya diperintah oleh perempuan bossy. Perempuan  yang mengatur cara berpakaiannya, makanan yang harus makan, serta memilih teman yang boleh datang berkunjung ke rumah, mengatur gaya potongan rambutnya, serta memberitahu padanya cara menyentuhnya saat bercinta.

Ini alasannya laki-laki membutuhkan (menyukai) pasangan bossy:

1. "Bossy" berarti tegas
Perempuan bossy biasanya  tegas, dinamis, dan selalu mendorong pasangannya untuk berubah menjadi sosok laki-laki dengan pribadi terbaik. Membuat pasangannya tampil lebih rapi dan menarik. Sebab ia tak akan segan membuat pasangan merubah gaya rambut, menyingkirkan celana kargo bututnya serta membuatnya memakai kemeja bermotif yang membuatnya lebih tampan. Lebih jauh lagi menjaga bobot tubuh pasangan tetap atletis tidak menggendut, lebih sehat serta wajah lebih cerah terawat.

2. Bebas drama
Perempuan dinamis dan tegas cenderung tahu yang dia mau. Tak merengek serta menuntut pasangannya melakukan sesuatu untuk dirinya. Jika ia ingin ada perubahan ia akan merubahnya tanpa bertele –tele. Ingin berlibur langsung membuat rencana lengkap dan menjalankannya. Tak ada acara meminta dan “ngambek” bila sesuatu tak berjalan sesuai harapannya. Perempuan bossy tidak akan menangis, mengamuk serta mengomel menemukan foto atau surat dari mantan pacar yang sengaja disimpan. Jika tak suka ia akan langsung menyingkirkannya. Dengan sendirinya membebaskan pasangannya dari drama yang tak perlu.

3. Bebas stres
Sebuah hubungan pasti ada naik turunnya. Akan tetapi dengan minimnya sebuah drama tak perlu dalam hubungan otomatis stres pun berkurang dan hilang. Perempuan bossy memang terdengar horror serta tak menarik. Tapi mereka memegang kendali penuh dalam mengatur rumah tangga. Mendekorasi ruang tamu, mengatur menu. Bahkan memnentukan kapan serta kemana acara liburan keluarga, lengkap dengan perencanaan budget, memesan tiket, hotel. Membebaskan pasangan dari stres dan ia tinggal menerima semuanya beres. Laki-laki kebanyakan tidak akan ambil pusing tentang skema warna untuk ruang tamu atau kamar tidur, bentuk keran, linen, jenis kompor, pendidikan anak, program pensiun, pakaian mereka atau serta tujuan berlibur. Perempuan bossy akan membebaskan pasangannya dari semua itu. Pasangannya tinggal menikmati keindahan serta kenyamanan rumahnya. Rumah yang telah ditata oleh perempuan tanpa memusingkan kepala pasangan dengan urusan pemilihan warna serta motif gorden. Semua orang mungkin sudah tahu bahwa dalam sebuah hubungan selalu ada yang mengambil keputusan. Kadang laki-laki juga lega bahwa ada hal yang ia bebas dari tanggung jawab tersebut.

4. Lebih terbuka soal seks
Perempuan bossy yang tegas dan dimanis akan mengeluarkan instruksi rinci tentang hal yang harus dilakukan di tempat tidur. "Bukan seperti itu!  Naik sedikit. . . ke kiri. . . sekarang ke kanan. Kedengarannya seperti berhubungan seks dengan diktator. Tapi itu bisa menjadi pengetahuan dan membuat laki-laki bertanya dalam hati apakah istri saya puas? Sekaligus melepaskan ketakutannya tak mampu memuaskan istrinya di tempat tidur. Sisi lain dari perempuan bossy yang dominan sehari-hari. Mereka bisa sangat submisive di tempat tidur dan bersedia melakukan "perintah" dari pasangannya cara memuaskannya.
 

 


Editor :
Hesti Pratiwi
BERITA LAIN: