Rabu, 1 Oktober 2014
Heatwave Buka Gerai Baru di Bandung
Minggu, 4 November 2012 | 12:20 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/HESTI

Gerai baru Heatwave di Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com -  Kemewahan yang tak ternilai bagi seorang wanita adalah menemukan sebuah sepatu yang stylish, nyaman tetapi dengan harga yang terjangkau.

Untuk semua hal tersebut, Heatwave memiliki reputasi yang telah terbangun dengan baik sejak 1992. “Setiap bulan kami selalu mengeluarkan produk terbaru. Semuanya selalu mengikuti tren dunia,” ujar Sabra Sathila, Maketing  & Communication pada acara soft launching Heatwave, Paris, Van Java, Bandung.

Reputasi  yang terpercaya dari banyak wanita dalam memilih alas kaki berkualitas ini yang membawa gerai Heatwave menjadi tumbuh berkembang. Gerai yang dibuka di Paris Van Java, Sabtu (3/11/2012), merupakan gerai ketiganya di Bandung. Dan ternyata, ini merupakan gerai pertama yang berdiri sendiri.

“Heatwave menekankan pada produk high heels yang berkualitas dan nyaman. Serta dibuat oleh tangan manusia. Lebih teliti, indah serta sesuai dengan anatomi kaki wanita,” jelas Sabra.

Heels yang diproduksi Heatwave --brand asal Singapura ini-- menggunakan baja asli. Sehingga ketika Anda berdiri, pijakan akan terasa stabil. Saat berjalan pun akan nyaman meski Anda tak pernah atau jarang mengenakan heels sekalipun. Pilihan akan selalu beragam sebab Heatwave akan selalu mengeluarkan model baru sebanyak 10 hingga 30 koleksi tiap bulannya.

“Kami menggunakan bahan terbaik, contohnya untuk wedges mengunakan kayu asli  bukan plastik dengan alas karet yang anti slip,” Lanjut Sabra.

Setiap sepatu dibanderol dengan harga Rp 289.000 hingga Rp. 469.000. Gerainya tersebar di banyak kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan. Tak perlu khawatir jika tak tersedia di kota Anda, Heatwave juga membuka toko online.

Semua produknya dikerjakan di Singapura dengan kualitas kontrol yang ketat. Selain Indonesia. Heatwave juga menjadi kepercayaan wanita di Negara lain seperti Brunai, Kamboja, Malaysia, Mauritius, Filipina serta Taiwan.

 


Editor :
Hesti Pratiwi
BERITA LAIN: