Rabu, 3 September 2014
5 Trik Jalani Hubungan Beda Usia yang Jauh
Selasa, 20 November 2012 | 15:16 WIB
|
Share:
THE DAILY MAIL

Aktor Doug Hutchinson (52) yang menikah dengan Courtney Stodden (18) ketika wanita ini masih berusia 16 tahun.

KOMPAS.com - Kita tidak bisa mengatur dengan siapa kita jatuh cinta, begitu kata orang. Sehingga, tanpa Anda rencanakan sebelumnya kini Anda telah menjalani hubungan dengan pria yang 20 tahun lebih tua. Atau, 10 tahun lebih muda. Tiba-tiba, semua orang menaruh perhatian pada Anda karena menyadari perbedaan penampilan di antara Anda berdua. Anda sedang jalan dengan ayah Anda, atau dengan adik Anda?

Well, tidak penting apa yang menjadi anggapan orang lain mengenai hubungan Anda. Yang lebih penting adalah, bagaimana menjalani hubungan dengan pria yang beda usianya jauh dari usia Anda. Karena, perbedaan usia akan memberi masalah besar bagi Anda dalam menjalani kehidupan. Anda perlu tahu bagaimana menjembatani jurang perbedaan tersebut.

Apakah Anda serasi?
Lihat bagaimana Yuni Shara memutuskan untuk meninggalkan Raffi Ahmad. Yuni mengakui bahwa ia tidak lagi bisa menerima perbedaan di antara keduanya. Banyak orang mencibir, mengatakan itu semua akibat ulah Yuni sendiri. Tetapi, keputusan yang diambil Yuni menunjukkan bahwa ia perempuan matang yang cerdas dan tahu apa yang diinginkannya.

Beda usia yang jauh menunjukkan tahapan kehidupan yang sudah berbeda. Minat dan tujuan hidup Anda pun berbeda. Sesuatu yang saling berlawanan memang menarik, tetapi bagaimana jika Anda dan si dia terlalu berlawanan?

Ketika Anda memutuskan untuk menjalani hubungan dengan pria yang jauh lebih tua, atau jauh lebih muda, pastikan bahwa Anda memiliki landasan yang sama. Anda berdua memiliki sesuatu yang "nyambung", sehingga Anda bisa menemukan koneksi satu sama lain. Jika Anda berhasil menemukannya, hubungan itu tidak mustahil bisa berjalan lancar. Jika titik temu tidak terjadi, lebih baik Anda meninggalkannya. Persis seperti yang dilakukan Yuni Shara.

Bicaralah
Ketika hubungan masih baru berjalan, rasanya tak mungkin Anda mulai menyinggung soal anak dan keluarga. Kesannya, Anda terburu-buru ingin menikah dengannya. Namun, jika hubungan Anda menyangkut perbedaan usia yang jauh, pembicaraan soal ini perlu dilontarkan.

Ketika si dia jauh lebih tua, ia mungkin siap untuk menikah dan mempunyai anak. Atau sebaliknya, ketika ia sudah pernah menikah dan punya anak, ada kemungkinan ia justru tidak ingin buru-buru menikah dan punya anak lagi. Jadi, Anda harus tahu bagaimana kesiapan dirinya. Untuk itu, Anda perlu bicara dan bicara. Adakah masa depan untuk Anda berdua? Ketika hal ini Anda ketahui sejak semula, Anda tidak akan terkejut lagi ketika suatu saat ia menolak untuk menikah dengan Anda.

Pengalaman
Jika Anda masih muda dan belum berpengalaman soal seks, mungkin Anda akan sedikit khawatir tak dapat memenuhi harapan si dia yang jauh lebih tua. Namun Anda tidak perlu khawatir. Seks akan selalu berbeda bagi setiap orang. Tidak selalu lebih baik atau lebih buruk, tapi pasti ada bedanya. Bagaimana pun, hubungan seks bersama Anda tentu akan menjadi pengalaman pertamanya. Jadi, Anda berdua tetaplah akan memelajari sesuatu yang baru.

Justru, hubungan seks akan sangat menantang karena Anda berdua akan saling mengeksplorasi satu sama lain. Anda tak perlu mengkhawatirkan apakah ia sudah pernah atau belum pernah melakukan sesuatu. Yang perlu Anda lakukan hanya bereksperimen untuk menemukan apa yang disukainya, dan tentunya apa yang Anda sukai.

Keluarga
Nah, ini yang lebih sulit. Keluarga bisa menjadi masalah besar, karena ketika si dia seorang duda Anda akan berhubungan juga dengan mantan istrinya,  mantan mertuanya, atau mungkin saudara-saudaranya. Ketika si dia pria yang sukses, Anda mungkin akan dituduh matre oleh keluarga intinya. Karena itu, ketika bertemu dengan keluarganya Anda perlu bersikap sopan, apa adanya, dan tunjukkan bahwa Anda perempuan mandiri yang menyayangi anak mereka.

Bagaimana dengan keluarga Anda sendiri? Bagaimana menjelaskan pada mereka bahwa Anda tidak salah pilih? Bicaralah secara terbuka bersama mereka, dan jelaskan bagaimana ia membuat Anda bahagia. Keluarga mungkin tidak akan langsung menyukai pilihan Anda, namun ketika Anda dan si dia bisa membuktikan bahwa Anda serius satu sama lain, perlahan mereka pun akan menerima hubungan Anda.

Jalani saja
Yang terpenting dari semuanya, jalani saja apa yang Anda yakini. Tak usah terlalu memikirkan omongan orang lain. Anda pasti akan mendengar orang lain membicarakan Anda, tapi yakini bahwa kebahagiaan Anda adalah yang paling utama. Fokuslah pada dunia kecil yang Anda ciptakan bersama si dia, dan biarkan semua omongan miring tentang Anda berlalu dengan sendirinya.


Penulis :
Felicitas Harmandini
Editor :
Dini
BERITA LAIN: