Jumat, 24 Oktober 2014
Memburu Busana Muslim di Pusat Grosir
Rabu, 26 Desember 2012 | 16:06 WIB
|
Share:
DOK. LANRA/SATTO RAJI

Lanra Shop, salah satu produk UKM busana muslim di Thamrin City Lantai 5 Blok H10 No.2.

KOMPAS.com - Produk fashion dari dalam negeri, termasuk busana muslim, buatan pengusaha kecil dan menengah terus berkembang menyesuaikan tren dan selera pasar. UKM juga terus berbenah memperbaiki kualitas, memberikan lebih banyak pilihan gaya busana yang tak ketinggalan tren kekinian. Seperti koleksi busana muslim di area UKM Thamrin City Lantai 5 Jakarta.

Koleksi busana muslim, utamanya kerudung yang menjadi andalan pusat belanja ini, kerap dipilih sejumlah butik bahkan mal/department store ternama untuk dijual kembali. Kerudung yang Anda beli di department store ternama bisa jadi berasal dari pusat grosir atau produsen ini, dengan harga yang sudah dibanderol lebih tinggi dan label yang diganti. Jika Anda berbelanja sendiri di pusat grosir ini, Anda bisa mendapatkan harga lebih murah dengan kualitas yang sama.

"Biasanya artis atau butik dan mal/department store yang belanja busana muslim, terutama kerudung, mengganti label produk dan menjual dengan harga berkali-kali lipat," ungkap H Fikri, MAg, MBA, Ketua Persatuan UKM Thamrin City Lantai 5 saat temu media di Thamrin City, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Fikri mengatakan, produk UKM busana muslim dari pusat grosir ini menyebar di berbagai pusat belanja mulai pasar grosir, mal, department store, hingga butik milik artis. Tak hanya di Jabodetabek, produk UKM busana muslim ini juga bisa ditemui hingga Papua, serta negara lain seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand dan belakangan Filipina.

Pusat belanja ini ramai pembeli terutama kalangan agen/distributor pada Senin dan Kamis, mulai pukul 04:00 hingga 12:00. Anda bisa mendapatkan koleksi terkini dengan harga grosir yang lebih murah pada jam-jam ini. Namun memang Anda harus berdesakan dengan para reseller yang memiliki kebiasaan belanja Senin dan Kamis di pusat grosir busana muslim Thamrin City.

Jika ingin lebih nyaman belanja, Anda bisa mengunjungi area UKM ini di luar waktu tersebut, juga di hari lain di luar Senin dan Kamis. Anda masih bisa mendapatkan koleksi terbaru dari sekitar 1000 toko. Satu toko biasanya menjual 1-2 merek busana muslim. Mengelilingi satu lantai area UKM ini, Anda bisa menemukan beragam koleksi kerudung, busana muslim perempuan, baju koko, sajadah termasuk untuk anak-anak, hingga aksesori lain yang melengkapi penampilan berbusana muslim.

Meski produk UKM ini dibanderol dengan harga lebih murah, Fikri mengakui, belum banyak orang yang memilih berbelanja di pusat grosir ini terutama secara ritel. Padahal sejak tahun 2000, produk UKM lebih inovatif dalam menciptakan rancangan busana muslim. Selera pasar menjadi perhatian utama para produsen.

Soal kualitas, produk UKM juga semakin meningkatkan daya saingnya. Bahkan produk lokal semakin menggeser busana muslim impor terutama dari China. Dua tahun terakhir,  produk fashion muslim impor semakin lesu karena kualitas produk yang rendah. Beberapa produk jilbab impor misalnya, seringkali ditemukan cepat kusam dan warna memudar setelah dicuci.

Menggali inspirasi dari desainer, internet, juga kalangan artis yang kerap menjadi acuan tren berbusana muslim, para produsen menciptakan koleksi busana muslim yang lebih beragam dengan meningkatkan kualitasnya. Alhasil, koleksi busana muslim dari pusat belanja ini pun kerap dicari reseller dan pebisnis berbagai kalangan. Dengan kualitas yang sama, barang dari pusat grosir ini bisa dibanderol dengan beragam harga.

"Sajadah yang di sini dijual Rp 120.000 bisa dibanderol Rp 700.000 di mal ternama," ungkap Fikri.

Jika Anda bisa menghemat belanja produk UKM berkualitas di pusat grosir, mengapa lantas harus membelinya di mal dengan harga melambung tinggi? Menurut Fikri, produk UKM masih dipandang sebelah mata dan minim promosi. Imej produk UKM memang masih rendah dan perlu ditingkatkan. Meski realitasnya, produk UKM diakui kualitasnya oleh berbagai kalangan.

Kalau Anda tertarik menemukan pengalaman belanja busana muslim di pusat grosir, datanglah lebih pagi. Fikri mengatakan, biasanya mulai pukul 14:00 toko mulai tutup, hanya 40-50 persen yang masih membuka tokonya. Meski ribuan toko ini, 70-80 persennya menjual grosir, Anda tetap bisa leluasa berbelanja satuan. Namun memang harga ritel dan grosir, berbeda 5-10 persen.

Tertarik menelusuri pusat grosir untuk menambah koleksi busana muslim Anda?

 

 


Penulis :
Wardah Fazriyati
Editor :
wawa
BERITA LAIN: