Sabtu, 26 Juli 2014
Banyak Mahasiswi Mencari "Om-om Senang"
Selasa, 15 Januari 2013 | 16:25 WIB
|
Share:
ACESHOWBIZ

Hampir 3.000 mahasiswi Amerika diketahui kerap mencari "om-om senang" secara online, berharap para om-om ini mau membiayai biaya kuliah mereka.

KOMPAS.com - Biaya pendidikan yang selalu meningkat membuat para orangtua maupun mahasiswa harus memutar otak untuk menghemat uang dan mencukupi kebutuhan. Namun bagi sebagian mahasiswa Amerika, bekerja paruh waktu rupanya tidak lagi menjadi satu-satunya sumber penghasilan. Hampir 3.000 mahasiswi diketahui kerap mencari "om-om senang" secara online, berharap para om-om ini mau membiayai biaya kuliah mereka.

Para mahasiswi ini bukan datang dari kampus sembarangan. Georgia State University dan New york University tercatat sebagai dua kampus prestisius di mana para mahasiswinya dilaporkan mencari pria-pria matang yang bersedia mendanai ongkos pendidikan mereka. Tahun 2012, ada pertumbuhan 58 persen di kalangan mahasiswi yang menjadi simpanan para pria matang, demikian menurut hasil survei sebuah situs kencan.

Sebanyak 292 mahasiswi Georgia State mendaftar di situs tersebut untuk mencari sasaran mereka. Di urutan kedua, sebanyak 285 mahasiswi New York University mencatatkan diri sebagai calon pasangan kencan. Mereka tak malu-malu dalam menyatakan kebutuhan mereka. Terbukti, profil di situs kerap menggambarkan mereka sebagai "perempuan menarik, cerdas, ambisius, dan berorientasi pada tujuan" mencari pria yang dapat "memanjakan keuangan".

"Sebagian orang mungkin mendebat bahwa para perempuan ini hanya memanfaatkan pria untuk keuntungan pribadi mereka, namun saya percaya bahwa mereka sedang bersikap proaktif dalam mengejar pendidikan yang lebih tinggi," papar pendiri situs ini, Brandon Wade.

Dalam investigasi yang dilakukan jaringan situs dan TV CBS, seorang mahasiswi meminta "uang saku" sebesar 10.000 - 20.000 dollar tiap bulan. Perempuan 22 tahun asal Miami tersebut mencari pria yang tak akan menolak apa pun kebutuhannya.

"Mereka memberikanku mobil, jalan-jalan, perhiasan. Pria-pria ini akan membawamu jalan-jalan dan menemanimu. Mereka punya uang, dan ingin membantu kita. Mereka tahu bahwa kita berjuang (untuk membiayai pendidikan). Mimpiku menjadi kenyataan setelah orangtuaku berhenti membiayai hidupku setelah umurku 18. Entah ini perjodohan atau bukan, yang pasti ini suatu hubungan," papar gadis tersebut.

Mahasiswi ini menambahkan bahwa om-om itu akan membayari uang kuliah, buku-buku, dan segala keperluan kuliah lainnya. Sebagai imbalannya, mereka meminta seks.

Didirikan pada tahun 2005, situs ini menolak anggapan sebagai layanan prostitusi. Situs ini layanan pendamping, dan mendeskripsikan dirinya sebagai situs "para pria elit yang mencari hubungan yang saling menguntungkan". Banyak dari anggota mereka yang digambarkan sebagai pria-pria terhormat dan murah hati yang ingin memiliki teman kencan yang terbaik, seperti mahasiswi, aktris, model, atau perempuan muda pada umumnya. Mereka juga sangat terbuka mengenai apa yang mereka harapkan.


Penulis :
Felicitas Harmandini
Editor :
Dini
BERITA LAIN: