Rabu, 3 September 2014
Hidangan Japanese Fusion ala Mika
Jumat, 1 Februari 2013 | 15:16 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/CHRISTINA ANDHIKA SETYANTI

Goma Tofu Salad

KOMPAS.com - Sushi, sashimi, dan ramen, adalah makanan Jepang yang paling populer di Indonesia. Namun ini bukan berarti Jepang hanya memiliki tiga macam kuliner itu saja. Masih banyak hidangan Jepang lain yang belum dikenal masyarakat Indonesia, dan perlu dicoba. Untuk itulah, Mika Japanese Bistro berusaha memperkenalkan aneka kuliner Jepang lain yang tak kalah enak dan sehat.

"Semua makanan ini merupakan resep asli saya, dan bekerjasama dengan Chef Takeshi Kato dari Jepang dan Chef Nicholas Stanly. Kolaborasi ini menghadirkan makanan Japanese fusion yang unik," ungkap Sylvia Gunawan, pendiri Mika Japanese Bistro, saat pembukaan di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2013) lalu.

Restoran ini memiliki berbagai jenis finger food seperti Ebi Cream, Rice Korokke, dan Salmon Tartar Rice Crispy, yang bisa menjadi camilan yang menggugah selera. Salmon Tartar Rice Crispy terbuat dari irisan salmon segar panggang yang dicampur dengan mayones khas Jepang, irisan nori, dan rice crispy yang renyah.

Setelah puas mencicipi finger food-nya, sepiring Teriyaki Chicken Salad bisa jadi pilihan untuk makanan pembuka. Salad ini terbuat dari campuran daun selada air, jagung manis, soun goreng yang renyah, dan irisan ayam panggang dengan saus teriyaki yang disajikan dengan spicy goma miso dressing. Jika tak terlalu suka dengan ayam, Goma Tofu Salad dan Onsen Tamago Salad juga tak kalah segar.

Ingin langsung menikmati hidangan utama? Berarti saatnya untuk mencicipi menu yang menjadi signature dish bistro ini, yaitu Seafood Omurice. "Omurice ini sebenarnya mirip dengan nasi goreng yang ditambahkan omelet khas Jepang," tambah Sylvia. Ketika terhidang di meja, Seafood Omurice terlihat sangat menggiurkan. Nasi dan omelet ini disajikan dengan siraman seafood asam manis dan saus bechamel yang creamy.

Nasi gorengnya terlihat cukup unik dengan teksturnya yang sedikit lengket, karena terbuat dari beras Jepang. Selain itu, nasi gorengnya juga berwarna putih karena tidak diberi tambahan kecap. Kunci kenikmatan omurice ini terletak pada omeletnya yang tebal namun sangat lembut saat disantap. Untuk menghasilkan omelet yang sempurna dari tekstur, ukuran, dan warnanya, Sylvia hanya menggunakan telur omega-3.

Selain hidangan Jepang, Mika juga menghadirkan beberapa hidangan Eropa yang diolah dengan sentuhan tradisi Jepang. Misalnya, Fish Katsu with Egg Mayo, Teriyaki Lamb Ribs, Japanese Nachos, Curry Carbonara with Onsen Tamago, sampai Kimchi Pasta.

Sebagai pencuci mulut, beberapa menu segar yang bisa dinikmati antara lain Houjicha Pannacota (puding khas Italia dengan aroma ekstrak teh hijau Jepang dan agar-agar kopi), dan Banofee Pie (kue pai homemade yang terbuat dari pisang, kopi, cokelat, karamel, dan krim sebagai topping-nya).

Berkunjung ke Mika, Anda tak hanya dibuai dengan aneka hidangannya yang lezat, tapi juga desain interiornya yang unik. Interiornya sengaja dibuat menyerupai ruang keluarga di rumah-rumah Eropa. Perapian, lemari buku, tempat lilin, meja kayu dengan pot tanaman kecil, dan tumpukan buku di meja, memberi kesan yang homy.

"Konsepnya sendiri sengaja dibuat seperti ruang keluarga yang hangat dan bersahabat, karena kami ingin semua pelanggan bisa makan di sini serasa makan di rumah," jelasnya.


Penulis :
Christina Andhika Setyanti
Editor :
Dini
BERITA LAIN: