Rabu, 27 Agustus 2014
Ayah Bekerja, Anak Kehilangan Secara Psikis
Senin, 25 Februari 2013 | 11:00 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Sesibuk apa pun ayah, anak tetap butuh kehadiran secara psikologis.

KOMPAS.com - Anak membutuhkan orangtua yang hadir secara menyeluruh, fisik dan psikis. Kehadiran sosok ayah dan ibu sama pentingnya dalam pengasuhan terutama di masa tumbuh kembang. Bagi orangtua bekerja, kebutuhan anak ini (kehadiran fisik dan psikis dari orangtunya) menjadi tantangan tersendiri, yang semestinya disikapi dengan tepat. Tak terkecuali untuk ayah bekerja.

Pendiri komunitas Sahabat Ayah, Irwan Rinaldi, dalam talkshow seputar isu keayahan di Jakarta memberikan kiat bagaimana ayah bekerja bisa berperan aktif dalam pengasuhan.Irwan mengatakan, kalau pun ayah sibuk bekerja bahkan kerap meninggalkan keluarga ke luar kota untuk urusan pekerjaan misalnya, bukan berarti peran pengasuhan ditinggalkan.

"Lakukan kebiasaan yang membuat anak tidak kehilangan ayah secara psikologis. Kehilangan psikologis lebih berat ketimbang kehilangan secara fisik," ungkapnya.

Irwan menyarankan, saat ayah tidak berada di rumah, apalagi dalam waktu lama, sebelum pergi setiap harinya tuliskan perasaan ayah pada selembar kertas. Titipkan catatan ini kepada ibu, minta ibu bacakan catatan kecil ayah untuk anak setiap harinya. Catatan ini bisa berupa ungkapan perasaan ayah kepada anak, cerita menarik yang ayah alami setiap harinya, atau hal menarik lain yang ingin ayah ceritakan kepada anak lewat ibu saat ayah tidak berada di rumah atau harus melakukan perjalanan dinas.

Cara lainnya, jika dalam beberapa hari ayah tak ada di rumah karena harus bekerja, biasakan menulis catatan harian (diary). Tuliskan apa momen luar biasa yang ayah alami saat berada di luar rumah, setiap harinya. Begitu pulang ke rumah, setelah urusan pekerjaan selesai di luar kota atau luar negeri misalnya, ceritakan apa yang ayah tuliskan tersebut kepada anak-anak.

"Golden moment dengan anak akan datang setiap detik, begitu pun dengan moment of fathering yang bisa datang kapan saja. Tergantung apakah ayah cukup peka menemukannya. Sesibuk apa pun ayah, jangan lewatkan waktu-waktu penting bersama anak yakni saat bangun pagi dan mau tidur," sarannya.

Peran ayah dalam pengasuhan penting. Ayah yang tidak banyak berperan dalam pengasuhan berdampak pada kematangan anak secara psikologis. Saat anak tumbuh semakin besar secara fisik, ini tak diimbangi dengan pertumbuhan psikis, lantaran minimnya kehadiran ayah secara psikologis dalam masa tumbuh kembang anak. Dampak minimnya peran pengasuhan ayah pun beragam. Di antaranya anak memiliki masalah dalam pengambilan keputusan saat ia bertumbuh remaja atau dewasa muda, selain tidak adanya kemandirian anak.

 


Penulis :
Wardah Fazriyati
Editor :
wawa
BERITA LAIN: