Kamis, 23 Oktober 2014
Sering Lembur Membuka Peluang Selingkuh
Senin, 25 Februari 2013 | 17:50 WIB
|
Share:
THE DAILY MAIL

Karyawan sering begadang di kantor, kelelahan, dan merasa tak berdaya, dan akhirnya mencari kenyamanan dengan rekan kerja yang berada pada situasi yang sama.

KOMPAS.com - Sering bekerja lembur ternyata tidak hanya merugikan kesehatan, tetapi juga hubungan Anda dengan pasangan. Karena orang yang sering bekerja lembur ternyata kemungkinannya untuk selingkuh lima kali lebih besar, demikian menurut situs Notatwork.co.uk dan IllicitEncounters.com.

Memang, peluang untuk selingkuh ini lebih mudah dimanfaatkan oleh karyawan yang pada dasarnya suka "main mata". Kalau karyawan lain menghabiskan energinya untuk membereskan pekerjaan, orang-orang yang flirty justru menemukan energi dan waktu untuk berselingkuh dengan rekan kerjanya.

Menurut juru bicara Illicit Encounters, Mike Taylor, sekitar tujuh juta orang bekerja lembur tanpa tambahan insentif karena hal itu sudah menjadi tuntutan pekerjaannya, dan akhirnya berisiko terjebak dalam affair bersama rekan kerjanya.

"Bekerja lembur tanpa tambahan uang atau benefit lain bisa mendorong orang untuk membuat langkah yang buruk untuk hubungan pribadinya. Karyawan sering begadang di kantor, kelelahan, dan merasa tak berdaya, dan akhirnya mencari kenyamanan dengan rekan kerja yang berada pada situasi yang sama," paparnya.

Hal ini membahayakan jika karyawan tidak segera berusaha memperbaiki situasinya, karena mereka jadi lebih sering menghabiskan waktu bersama rekan kerja daripada pasangannya. Terbukti, 54 persen karyawan mengaku bahwa pada satu titik dalam kariernya mereka terlibat dalam perselingkuhan di kantor. Kemungkinan ini akan meningkat jika lamanya waktu bekerja juga bertambah.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa mereka yang bekerja di pengembang video games tercatat sebagai perusahaan dengan jam kerja paling panjang, yaitu 72 jam seminggu. Orang-orang yang bekerja di industri kesehatan dan finansial rata-rata bekerja selama 68 dan 63 jam seminggu, lebih lama daripada wartawan yang jam kerjanya rata-rata 57 seminggu.

Nah, kalau Anda punya pasangan yang bekerja di bidang-bidang tersebut, cobalah lebih berhati-hati bila pasangan makin sering lembur.


Penulis :
Felicitas Harmandini
Editor :
Dini
BERITA LAIN: