Minggu, 26 Oktober 2014
Riasan "Nude", Cantik Seolah Tanpa Riasan
Senin, 18 Maret 2013 | 16:45 WIB
|
Share:
FASHIONISING

Riasan natural memberi kesan cantik yang bersih, rapi, dan ringan.

KOMPAS.com - Riasan di wajah perempuan lebih dari sekadar memberikan rasa nyaman buat yang mengenakan. Kesan di benak orang yang memandang pun tak jarang dibentuk oleh riasan. Apa yang ingin dikatakan seorang perempuan dengan riasan ”nude” atau seolah-olah tanpa riasan?

Nude (natural) adalah dandanan wajah lengkap—mulai dasar riasan hingga rona bibir dan mata— tetapi berkesan seolah tanpa dandanan.

Di layar kaca, beberapa pekan lalu, para bintang Hollywood, seperti Naomi Watts dan Renee Zellweger, tampil dengan riasan natural di karpet merah pada malam penghargaan Oscar di Los Angeles, Amerika Serikat, serta pada pekan mode di Paris, Perancis. Di Indonesia, riasan nude menjadi tren pada pergantian milenium awal tahun 2000. Dua tahun terakhir, riasan ini melejit lagi.

Gusnaldi, seniman tata rias yang dikenal luas di kalangan selebritas Indonesia, mengatakan, riasan natural dan riasan bibir merah menyala adalah dua jenis make-up berbeda yang sama-sama awet digemari. Riasan natural memberi kesan cantik yang bersih, rapi, dan ringan. Adapun riasan dengan bibir merah menyala berkesan seksi.

Nude itu gaya make-up kelas atas,” ujar Gusnaldi, yang sedang menyusun buku karyanya yang ke-10 tentang riasan wajah. Meskipun disebut sebagai gaya ”kelas atas”, siapa pun—dengan warna kulit apa saja—bisa tampil cantik dengan riasan natural.

Namun, Gusnaldi mengingatkan, ada dua kondisi yang diperlukan agar seseorang terlihat pas dengan riasan ini. Pertama, kulit wajah yang sehat. ”Kalau sedang jerawatan banget, misalnya, enggak bagus pakai nude.”

Selain itu, bentuk wajah pemakai riasan ini juga sebaiknya proporsional, misalnya tidak terlalu gemuk. Itu karena jenis riasan ini tidak memungkinkan rona bayangan untuk mengoreksi bentuk wajah dibubuhkan terlalu banyak. Bayangan biasanya dibuat dengan menyapukan dasar riasan atau perona pipi berwarna lebih tua daripada warna asli kulit. Dengan itu, pipi bisa dibuat lebih tirus, hidung pun bisa terkesan lebih mancung.

”Bentuk wajah sebenarnya lebih mudah diubah dengan warna-warna kuat. Pipi tembem jadi tirus, mata jadi lebih lebar, dan garis bibir pun bisa berubah dengan lipstik warna merah marun atau warna kuat yang lain. Nah, kalau riasannya nude, warna-warna kuat kan, tidak digunakan,” kata Gusnaldi.

Riasan natural akan lebih menampilkan struktur tulang wajah. Oleh karena itu, kepercayaan diri memang syarat yang lebih mendasar. Untuk menampilkan gaya natural, riasan dikenakan secara lengkap, tetapi tidak ada bagian wajah yang ditonjolkan dengan polesan warna kuat.

Palet warna pada riasan natural cukup beragam, tetapi ada pada kisaran khaki, coklat muda, peach, dan oranye muda. Bulu mata tambahan yang tebal dan berefek dramatis tidak digunakan dalam gaya make-up ini.

Kesan profesional
Gaya riasan natural memberikan kesan profesional ketika dikenakan di lingkungan kerja. Jika dikenakan pada acara pergaulan dan nonformal, riasan natural menghadirkan kesan hangat dan bersahaja. Untuk pesta pada malam hari pun, gaya riasan ini tak terlarang. Dalam padu padan dengan busana, riasan ini bisa dikenakan dengan jenis baju apa saja, baik untuk momen pagi maupun petang.

”Hanya saja kalau untuk riasan pada malam hari bisa dibuat sedikit lebih ada unsur berkilau,” kata Gusnaldi.

Lucia Tan, Direktur Make Up pada Puspita Martha International Beauty School, Kamis (14/3/2013) petang, memeragakan bagaimana ia merias dengan gaya natural. Pemakaian dasar riasan yang tepat dan rapi sangat dituntut dalam hal ini.

Mula-mula Lucia membubuhkan dasar riasan cair di wajah Kintan, perempuan berkulit sawo matang yang petang itu menjadi modelnya. ”Dasar riasan cair memberi kesan lebih alami dibandingkan dengan yang krim. Dasar ini berfungsi melindungi kulit sekaligus menutupi kekurangan pada kulit wajah, misalnya flek hitam atau bekas jerawat,” ujar Lucia, yang juga seniman tata rias senior.

Warna sedikit lebih terang dibubuhkan di bawah mata untuk mengaburkan kantong mata. Setelah itu, Lucia memberi bayangan yang merampingkan hidung dan menonjolkan tulang pipi Kintan. Kemudian bedak tabur dibubuhkan. ”Bedak padat lebih baik untuk finishing atau touch up saja,” ujarnya.

Sebelum memberi perona pada kelopak mata, Lucia membubuhkan Gloss Gel yang merupakan produk terbaru Sari Ayu Martha Tilaar dari seri Pesisir Sentrajava. ”Gel tanpa warna ini bisa melembabkan kulit mata dan bibir. Selain itu, memberikan efek kilau,” ujar Lucia, yang juga kerap mendandani model untuk pemotretan iklan atau majalah ini.

Garis mata pada riasan natural tak harus dibubuhkan dengan pensil atau cairan khusus untuk garis mata. Cukup menggariskan perona kelopak mata dengan menggunakan kuas kecil. ”Beri sedikit pelembab di kuasnya agar eye shadow yang dipakai untuk garis mata ini bisa lebih menempel.”

Berikutnya, Lucia melukis alis Kintan dengan mengikuti bentuk alaminya. Untuk pipi, Lucia memilih perona berwarna peach. Terakhir, ia membubuhkan lipstik berwarna senada kulit bibir coklat muda. ”Bisa pakai bulu mata tambahan, tetapi tak perlu yang tebal atau terlalu panjang,” tuturnya.

Begitulah, nude atau riasan natural adalah salah satu gaya. Dandanan seperti apa yang paling nyaman dan paling sesuai tentu kembali pada pilihan pribadi.

(Nur Hidayati)


Editor :
Dini
BERITA LAIN: