Sabtu, 23 Agustus 2014
The Body Shop Ajak Kurangi Sampah Plastik
Selasa, 19 Maret 2013 | 21:03 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Jika dibuang begitu saja ke tanah, plastik baru bisa hancur setelah sekitar 200-400 tahun.

KOMPAS.com - Masalah kerusakan lingkungan sekarang ini sudah makin serius. Lihat saja dampaknya, seperti banjir yang melanda Jakarta beberapa waktu lalu. Kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat menjadi salah satu hal yang menjadi penyebabnya.

Cara paling efektif untuk mengatasi masalah lingkungan seperti ini adalah meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan. Sebagai langkah nyata, masyarakat perlu diajak melakukan upaya-upaya untuk menjaga kebersihan, seperti mengurangi limbah plastik.

Sebagai salah satu perusahan kosmetik yang punya komitmen untuk melestarikan lingkungan, The Body Shop meluncurkan kampanye terbarunya, "Green Month Campaign: Say No to Plastic". Kampanye ini punya tujuan mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan dan melindungi bumi dari kerusakan.

Kampanye ini merupakan rangkaian acara yang menjadi bukti partisipasi The Body Shop di momen Earth Hour (23 Maret), dan di Hari Bumi (22 April) mendatang. "Tahun ini kami lebih fokus pada pengurangan penggunaan plastik karena limbah plastik adalah limbah yang sulit terurai. Sayangnya, tingkat penggunaan plastik masih sangat tinggi di masyarakat," jelas Rika Anggraini, Head of Corporate Communications The Body Shop Indonesia, di Patio, Central Park, Jakarta Barat, Selasa (19/3/2013).

Rika menambahkan, sampah plastik atau benda-benda lain yang mengandung plastik bisa menjadi ancaman bagi kelestarian bumi. Jika dibuang begitu saja ke tanah, plastik baru bisa hancur setelah sekitar 200-400 tahun. Sedangkan jika dibakar, asap pembakaran akan berubah menjadi racun yang berbahaya jika dihirup. Asap pembakaran sampah plastik mengandung racun kimia yang bisa menyebabkan penyakit seperti infeksi saluran pernafasan dan kanker paru-paru.

Untuk mewujudkan kampanye ini, The Body Shop bekerjasama dengan Trashion, Greenpeace, Borneo Orang Utan Survival, Young On Top, Greeneration, Gerakan Diet Kantong Plastik, dan Mal Central Park. Kegiatan dimulai pada perayaan Earth Hour dengan melakukan gerakan mematikan lampu di seluruh toko yang ada di Central Park selama satu jam.

"Di hari itu pula, Central Park dan The Body Shop akan membagikan tas daur ulang gratis kepada pengunjung mal ini untuk digunakan saat mereka berbelanja," tambah Rika.

Kampanye dilanjutkan pada tanggal 7 dan 21 April dengan program Rampok Plastik. Dalam program ini, The Body Shop bersama jajaran managemen dan CEO-nya, Suzy Hutomo, akan "merampok" kantong plastik yang digunakan masyarakat dan menukarnya dengan tas daur ulang. Setelah itu, akan dilakukan aksi bersih-bersih lingkungan sekitar. Menurut Rika, aksi ini akan dilakukan jika Green Month Campaign di media sosial (Facebook dan Twitter) berhasil menjaring 5000 pendukung.

"Lokasinya masih belum ditentukan, karena masih menunggu hasil dari pengumpulan dukungan masyarakat," jelasnya.

Sebagai rangkaian acara penutup kampanye, perusahaan kosmetik asal Inggris ini akan menanam 1.000 bibit pohon di Gunung Halimun pada tanggal 30 April 2013.

"Aksi ini diharapkan bisa membantu masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan. Karena sebenarnya sangat mudah kok untuk melakukannya, hanya dari satu gerakan mudah seperti mengganti penggunaan kantong plastik saat berbelanja dengan tas daur ulang," saran Rika.

 


Penulis :
Christina Andhika Setyanti
Editor :
Dini
BERITA LAIN: