Kamis, 24 April 2014
Berburu Tas Kerajinan Tangan di Inacraft
Sabtu, 27 April 2013 | 13:05 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/RAI RAHMAN INDRA

Gendhis Bag asal Jogjakarta menyediakan berbagai macam bentuk dan bahan yang digunakan untuk tas, seperti rotan, benang nilon, pandan, dan bambu.

KOMPAS.com - Pameran hasil kerajinan di Inacraft 2013 terasa jauh berbeda dengan pameran jenis produk lain. Pada pameran gadget atau komputer misalnya, banyak stan berebut memasang harga termurah. Di Inacraft, tak ditemukan perang harga. Masing-masing stan berupaya menyediakan produk yang beragam dan unik, sehingga setiap stan pun berani memasang harga mahal.

Salah satu yang paling diincar adalah tas hasil kerajinan tangan. Ada yang terbuat dari kain batik, lurik, atau ikat, juga yang dari rotan, benang nilon yang dirajut, kulit, pandan, atau bambu. Selain karena fungsinya, tas-tas itu juga menawarkan desain yang sesuai tren.

Seperti koleksi tas Magnolia, yang berasal dari Bali. Tas jinjing yang ditawarkan berbahan dasar kanvas dengan bordiran yang cantik. Padu padan warna dan desainnya pas. Harganya juga turut bervariasi sesuai ukuran dan bentuk, dari Rp 70 ribuan sampai 200 ribuan.

Lain lagi tas rotan milik Anggun Rotan, asal Jogjakarta. Ini adalah kali sepuluh keikutsertaan merek penghasil tas rotan ini di Inacraft. Tas rotan berukuran sedang sampai besar berkisar di harga Rp 200 ribuan sampai 300 ribuan.

"Sejak hari pertama sudah ramai, yang tas rotan kecil sudah ludes, yang besar juga mulai banyak yang tanya," ungkap Panut Mulyawiyata, pemilik Anggun Rotan, saat ditemui Jumat (26/4/2013) lalu.

Tas jinjing dan tas tangan unik lainnya ada di koleksi Dowa, yang terbuat dari benang nilon. Variasi warna dan bentuknya yang fleksibel jika dipadupadankan dengan busana membuat stan produksi tas ini ramai dikunjungi sepanjang hari. Harganya mulai di atas Rp 100.000.

Di stan Gendhis asal Jogjakarta, ada banyak macam bentuk dan bahan yang digunakan untuk tas, seperti rotan, benang nilon, pandan, dan bambu. Koleksi tas dari pandan dan bambu merupakan hasil kerajinan tangan, dan koleksinya terbatas. Tak heran harganya antara Rp 385.000 sampai Rp 400 ribuan.

Inacraft berlangsung selama 24-28 April 2013 di Jakarta Convention Center. Menempati area Main Lobby, Assembly Hall, Plenary Hall, Cendrawasih, serta Hall A dan Hall B, pameran kerajinan terbesar ini diikuti sekitar 1.600 perusahaan kerajinan yang menempati 1.218 stan.

Mengambil tema Sentral from Smart Village to Global Market, Inacraft dirancang untuk memfasilitasi produk kerajinan Indonesia naik ke level internasional. Selain pameran kerajinan Indonesia, acara ini juga diramaikan dengan Inacraft Award, dan gelaran seminar industri kerajinan yang inovatif.

Penulis :
Rahman Indra
Editor :
Dini