Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/05/2013, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Selain teh hijau, varian teh lain yang banyak memiliki manfaat untuk kesehatan adalah teh oolong. Jenis teh ini dianggap mampu membantu mengurangi penyerapan lemak dalam tubuh, mempercepat metabolisme tubuh, dan lain-lain.

Sekalipun banyak manfaatnya, namun aktivitas dan kesibukan kita sehari-hari membuat kita tak sempat jika harus menyeduh teh sendiri. Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan aneka manfaat teh oolong ini, Suntory Garuda meluncurkan teh oolong dalam kemasan botol yang ready to drink yang bernama MyTea.

"Teh botolan ini terbuat dari 100 persen teh oolong yang diharapkan bisa menjadi jawaban atas kebutuhan konsumen untuk sebuah produk minuman yang menyegarkan serta punya citarasa unik. Dengan beragam manfaatnya, teh ini diharapkan masyarakat bisa mendapatkan manfaat teh oolong untuk kesehatan mereka," ungkap Erwin Panigoro, Marketing Manager PT Suntory Garuda Beverage Indonesia, saat peluncuran MyTea di Prive, fX, Jakarta, Selasa (28/5/2013) lalu.

Erwin mengungkapkan bahwa penggunaan jenis teh oolong ini bertujuan untuk memperkenalkan khasiatnya kepada masyarakat luas. Karena selama ini teh oolong hanya terkenal di kalangan orangtua saja, maka kemasan botol siap minum ini diharapkan bisa menjangkau konsumen anak muda.

"Teh ini juga sangat cocok untuk anak muda, karena bisa membantu mengimbangi gaya hidup tak sehat di kalangan anak muda yang suka makan junk food tapi ingin tubuhnya sehat," tambahnya. Satu botol teh kemasan 450 ml ini mampu membakar 40 kalori tubuh. Pembakaran kalori ini setara dengan satu kali naik-turun tangga.

Rasa teh oolong kemasan ini tergolong lebih manis daripada teh oolong serbuk yang diseduh sendiri. Menanggapi hal ini, Erwin mengungkapkan, bahwa menurut survei yang dilakukan Suntory, masyarakat Indonesia sangat menyukai minuman yang memiliki rasa kuat dan manis.

"Banyak orang yang berpikiran bahwa minuman enak itu adalah minuman yang punya rasa kuat dan tidak hambar. Namun kadar gula dalam satu botol teh ini masih aman dikonsumsi kok," jelasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com