Minggu, 26 Oktober 2014
Kombinasi Warna Pastel dan Bold untuk Busana Muslim
Senin, 3 Juni 2013 | 16:49 WIB
|
Share:
Dokumentasi IIFF 2013

Koleksi busana Treimee, AKIA, dan Fitri Aulia dalam pagelaran Indonesia Islamic Fashion Fair 2013 di Jakarta Convention Centre, Jakarta.

KOMPAS.com – Sepertinya warna-warna pastel masih menjadi favorit para perempuan muda, tak terkecuali perempuan muslimah. Tak mengherankan, beberapa perancang muda memilih warna pastel untuk koleksi busananya. Itulah yang tampak dari show "Yourstyle Destination" yang menampilkan karya AKIA Clothing, Treimee, Addins, dan Fitri Auliadi Indonesia Islamic Fashion Fair 2013, di Jakarta Convention Center, Minggu (2/6/2013) lalu.

AKIA mengusung tema “Rouilles Chis” yang terinspirasi dari warna rusty (warna seperti karat) yang berasal dari negara Yunani. Koleksi pakaian mereka ditujukan untuk perempuan muda yang ingin bergaya manis namun edgy. Maka, warna-warna pastel pun dikombinasikan dengan warna-warna bold.

“Ini show pertama kami, dan kami menekankan pada warna dusty pink, green, cream, off white, dan black. Dengan penggunaan bahan tweed, kulit sintetis, chiffon, cotton glitter, dan cerutti, yang cocok untuk target pasar kami wanita muda,” ujar kakak-beradik pemilik AKIA, Dian Ayu dan Traya Widita, saat konferensi pers.

Kemudian ada Treimee, yang mengeluarkan koleksi Spring/Summer 2013 dengan mengambil tema “The Lady”. Koleksi mereka terinspirasi dari perempuan yang hidup di kota besar dengan kehidupan yang dinamis, baik karena pekerjaan, kehidupan sosial, dan aktivitas lainnya.

 

“Kami berpikir sangat penting bagi wanita karier untuk tetap kelihatan modis dan gaya setiap hari meskipun mereka menggunakan hijab. Meski sibuk, kita harus menunjukkan bahwa muslimah yang memakai hijab itu cantik, masih bisa terlihat gaya, berkelas, dan anggun,” ujar Afra dan Nadya, pemilik Treimee.

“Shades of Tranquility” atau nuansa ketenangan menjadi tema koleksi Addin’s. Rancangan mereka diambil dari gaya busana kaum muslimah di Timur Tengah, yang senang mengenakan abaya hitam dan suasana alam yang natural.

“Koleksi pertama ini kami tuangkan ke dalam perpaduan warna pastel yang menjadi ciri khas Addin’s. Desain ini merupakan kombinasi abaya dan dress longgar dengan aksen juntaian serta ruffles,” jelas Putri Maria Nashwah dan Samia Safa Nurrahmah, kakak-beradik pemilik Addin’s.

Beda dengan ketiga desainer sebelumnya, Fitri Aulia merupakan second line dari perancang Fitri Aulia, yang sebelumnya sudah mendirikan KIVITZ sebagai first line-nya. Jika KIVITZ dikenal dengan rancangan lebih kasual dan diproduksi massal, justru merek Fitri Aulia merupakan busana muslimah koleksi premium untuk pesta dan diproduksi secara terbatas.

Dalam pagelaran IIFF kali ini, Fitri mengangkat tema “Holy Sparkle” dengan menampilkan tenun songket Aceh, karena ia sendiri merupakan keturunan Aceh. Dalam songket Aceh ada makna-makna motif seperti Pintu Aceh atau Pucuk Rebung.

“Kain tenun songket Aceh dipadukan dengan bahan lain, seperti cerutti, linen, dan satin, yang dikemas dengan warna dominasi putih dan krem sesuai dengan tema Idul Fitri sebentar lagi,” ujarnya.


Penulis :
Krismas Wahyu Utami
Editor :
Dini
BERITA LAIN: