Sabtu, 19 April 2014
Sambut Ramadhan, Dian Pelangi Ajak Hijaber Dunia Bersilaturahim
Sabtu, 6 Juli 2013 | 07:54 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/Krismas Wahyu Utami

Ascia AKF, Dian Pelangi, dan Andini
KOMPAS.com/Krismas Wahyu Utami Ascia AKF, Dian Pelangi, dan Andini

KOMPAS.com – Kini, pilihan gaya berbusana muslim lebih beragam, stylish serta semakin kreatif. Busana muslim konservatif yang tak selalu cocok untuk kalangan muda, semakin tergeser. Bahkan para orang tua pun tak ingin ketinggalan tampil gaya dengan busana muslim kekinian. Kreativitas hijaber Indonesia bukan hanya berjaya di negerinya sendiri, namun telah menjadi panutan bagi banyak hijaber dunia.

Perkembangan fashion muslim di Indonesia bahkan tidak terbendung lagi. Makin banyak hijaber muda di Indonesia yang berani mengeksplorasi gaya busana dan saling memberikan inspirasi dalam berpakaian santun sesuai pakem busana muslim.

Menyambut Ramadhan, Dian Pelangi, salah satu desainer busana muslim yang mengembangkan tie dye dalam rancangan kaya warna, mempertemukan hijaber Indonesia dan mancanegara dalam ajang silaturahim hijaber dunia. Berbagi inspirasi menjadi tujuan utamanya, namun ajang ini juga memberikan kesempatan pada hijaber mancanegara untuk berbelanja mengoleksi ragam koleksi busana muslim asal Indonesia.

Ajang yang diberi nama Sisterhood ini berlangsung untuk kali kedua di Jakarta. Dian mendapat dukungan penuh dari Wardah, merek kosmetik yang memilihnya sebagai salah satu brand ambassador.

 

“Pada tahun pertama, antusiasme hijaber di Indonesia terhadap acara ini benar-benar sangat luar biasa. Tahun lalu hampir 11.000 orang yang datang ke acara ini. Semua itu dikarenakan, banyak diantara pada hijaber gemar menginspirasi satu sama lain, dan mendapatkan wadah tempat membeli busana muslim yang fashionable,” ujar Dian kepada Kompas Female, ketika ditemui di Skeeno Hall Gandaria City, Jakarta, Jumat (5/7/2013).

Menurut Dian, perkembangan busana muslim di Indonesia sangat tinggi. Indonesia memiliki segala hal terkait fashion muslim, mulai desainernya, masyarakatnya yang mayoritas muslim, sampai bahan baku kain untuk membuat pakaian. Atas alasan inilah Dian menganggap Indonesia layak menjadi panutan busana muslim dunia.

“Sengaja diadakan sebelum puasa, agar para muslimah bisa mendapatkan busana untuk lebaran nanti. Jadi, saat menjalani hari-hari puasa, mereka gak perlu bingung lagi. Dan ibadahnya nanti juga bisa khusuk,” ia menambahkan.

Dalam rangkaian acara Sisterhood 2013 ini, Wardah menggelar Shopping Race dengan tema “Bobo Chic Shopisticated Race” mengusung tren fashion hijab. Dalam acara ini, hadir pula Ascia AKF, fashion blogger asal Kuwait, untuk berbagi cerita mengenai fashion hijab di negaranya.

Kepada Kompas Female, Ascia mengungkapkan, “Fashion muslim di Indonesia benar-benar menakjubkan. Banyak sentuhan warna dan permainan aksesoris serta motif, yang mana menjadi sangat menarik untuk diaplikasikan."

Menurutnya, perkembangan busana muslim Indonesia berbeda jauh dengan Kuwait. Busana muslim Indonesia sangat dinamis dan menarik sehingga memudahkan hijaber untuk mengkreasikan gaya penampilan.

"Di Kuwait, busana kami masih sedikit monoton dan konservatif. Pilihan warna-warnanya pun hanya hitam dan putih, dan aplikasi kerudung yang digunakan juga biasa. Perkembangan fashion muslim di Indonesia membawa angin segar bagi Kuwait dan bisa saya bawa pulang untuk diterapkan di sana,” imbuhnya.

Sisterhood 2013 dimeriahkan 40 brand busana muslim yang memberikan beragam promo dan diskon. Acara ini berlangsung 5-6 Juli 2013 di Skenoo Hall, Mal Gandaria City, Jakarta. Selain berbelanja, pengunjung juga bisa menggali pengetahuan seputar hijab melalui aneka talkshow, hijab tutorial, juga penampilan dari sederetan artis ternama seperti Marshanda, Nuri Maulida, dan Zaskya Adya Mecca.

 

 

Penulis :
K. WAHYU UTAMI
Editor :
Wawa