Minggu, 27 Juli 2014
100 Koleksi "Pelangi Ramadhan" Dian Pelangi
Senin, 8 Juli 2013 | 02:06 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/Krismas Wahyu Utami

Fashion show tunggal Dian Pelangi menampilkan 100 koleksi busananya dari tujuh brand yang ia usung.
KOMPAS.com/Krismas Wahyu Utami Fashion show tunggal Dian Pelangi menampilkan 100 koleksi busananya dari tujuh brand yang ia usung.

KOMPAS.com – Mendengar nama pelangi, banyak orang langsung teringat dengan sosok Dian Pelangi. Seorang salah satu desainer Indonesia yang namanya mulai dikenal berkat inovasi terbarunya dalam berbusana muslim.

Menyambut bulan Ramadhan, Dian Pelangi menyelenggarakan fashion show tunggal untuk yang pertama kalinya, mengusung tema “Pelangi Ramadhan”. Dalam fashion show tunggal ini, Dian menampilkan sebanyak 100 rancangan terbarunya melalui tujuh brand yang ia miliki.

“Tujuh brand ini sebenarnya bukanlah brand baru, brand ini berada dibawah nama Dian Pelangi. Jadi, dalam kesempatan ini saya mau re-branding agar semua orang dapat lebih mengenal koleksi-koleksi kami,” tutur Dian kepada Kompas Female saat bertemu di acara Sisterhood 2013 yang berlangsung di Skenoo Hall Mal Gandaria City, Jakarta, Jumat (5/7/2013) lalu.

Baginya, re-branding ini betujuan agar label Dian Pelangi dijadikan sebagai one stop shopping bagi semua keluarga. “Busana yang kami berikan lengkap, mulai dari anak-anak sampai mereka yang akan pergi berangkat haji,” imbuhnya.

Tujuh merek tersebut di antaranya: Dian Pelangi (Eksklusif), Gallery Dian Pelangi, Dian Pelangi Bride, DP by Dian (Casual Young), Dman (Casual Man), DP Hajja (Haji & Umrah), hingga Dinda Pelangi (Busana Anak).

Fashion show ini juga merupakan perayaan hari jadi Dian Pelangi ke 22. Seluruh koleksi yang ditampilkan tak lepas dari sentuhan kain tradisional Palembang, seperti tenun, blongsong, songket, dan jumputan.

Peragaan busana di segmen pertama menampilkan koleksi DP by Dian Pelangi. Pada koleksi ini, Dian ingin menekankan bahwa muslimah muda tak perlu takut padupadan warna-warna manis dalam mengenakan busana muslim. Buktinya, pada koleksi Sailorita yang ditampilkannya, Dian menggunakan teknik tie dye bergaris ala pelaut. Warna terang mendominasi, seperti biru awan, kuning, merah, dan hijau.

“Ciri khas Dian Pelangi itu etnik, colorful, dan unpredictable. Etnik karena selalu pakai bahan-bahan lokal, colorful kita identik dengan warna-warna, dan unpredictable, desain yang kita berikan sangat universal. Karena desainnya bisa dipakai siapa aja tidak hanya berkerudung bisa juga sama yang tidak berkerudung,” ujarnya.

Setelah itu, dilanjutkan dengan koleksi busana pria dari DMan. Tetap dengan sentuhan tie dye, Dman didominasi kemeja lengan pendek warna putih. DMan memberikan penampilan yang semi formal, kemeja putih bermotif tie dye tersebut, sengaja dipadukan dengan celana jins agar si pemakainya bisa menghadiri berbagai jenis acara sekaligus.

Kemudian dilanjutkan dengan koleksi pakaian Dinda Pelangi, busana anak-anak yang penuh warna-warni ceria sesuai dengan karakter anak-anak. Dress terusan dan celana pendek dihadirkan disini, sehingga membuat anak-anak tampil manis dan bebas bergerak tanpa merasa ribet.

Dilanjutkan koleksi “Ramadhan Rose” yang diusung untuk menyambut bulan suci Ramdhan. Dengan warna dasar putih yang diberi sentuhan soft tie dye berwarna pastel cerah, seperti pink, salmon, ungu, hijau dan biru.

“Warna putih melambangkan kesucian, dan memasuki bulan Ramadhan penuh dengan hati yang suci,” paparnya beberapa waktu silam.

Menggunakan material sutra dan ceruti, hampir semua koleksinya berpotongan one piece, long dress dan abaya dengan beragam model. Pola yang diterapkan adalah knot/simpul yang menghasilkan pola-pola diamond dan persegi.

Belum selesai disitu juga, DP Hajja hadir secara apik dan eksklusif. DP Hajja diperuntukkan bagi mereka yang akan berangkat ibadah Haji dan Umrah. Segmen ini dipilih Dian untuk mengusung DP Hajja, agar si pemakainya tetap santun dan anggun saat berhaji.

Tidak banyak warna yang Dian Hajja hadirkan pada koleksi ini, tetap warna putih yang menjadi warna kuat pada koleksinya. Dengan pola cutting yang simpel pada long dress yang dihadirkan, terlihat jelas busana ini dapat memberikan keanggunan bagi si pemakainya.

Kemudian dilanjutkan dengan Dian Pelangi Bride. Busananya ini diperuntukkan bagi mereka yang akan menuju hari pelamaran hingga ke hari pernikahan. Tetap dengan ciri khasnya mengusung etnik kain lokal, Dian merepresentasikannya disini.

Busana yang dirancangnya untuk pasangan pengantin ini jauh dari kesan internasional. Kain songket Palembang dibentuk tetap dengan ciri khas busana pengantin tradisional daerah tersebut. Pilihan warna putih murni dan putih gading pun menjadi warna dasar rancangannya.

Pada fashion show tunggal yang didukung penuh oleh PT. Bank Negara Indonesia, persero Tbk ini, Gallery Dian Pelangi menjadi suguhan terakhir. Berbeda dengan tampilan koleksi sebelumnya, pada Gallery Dian Pelangi, warna-warna berani lebih kental, dan tetap memakai keindahan kain songket.

Koleksi premium Gallery Dian Pelangi diperuntukkan bagi wanita dewasa yang dinamis dalam aktivitas sehari-hari. Terlihat pada banyaknya model blazer yang mendominasi seluruh penampilan. Dengan dipadukan rok highwaist serta long dress, membuat penampilan si pemakainya anggun dan rapi.

“Busana muslim yang penting adalah permainan di mix and match, sehingga bisa menampilkan kesegaran dan keunikan tersendiri,” tandasnya.

 


Penulis :
K. WAHYU UTAMI
Editor :
Wawa
BERITA LAIN: