Senin, 24 November 2014
Anak Mencontoh Sikap Positif Orangtua
Sabtu, 13 Juli 2013 | 09:46 WIB
|
Share:
shutterstock

shutterstock

KOMPAS.com – Mengajarkan anak-anak untuk bereaksi positif dalam masa tumbuh kembangnya bukanlah hal yang mudah. Memarahi atau memukul anak Anda untuk setiap kesalahan kecil yang mereka lakukan hanya akan membuat mereka lebih memberontak. Tugas mendisiplinkan anak juga perlu ditangani dengan hati-hati, dan lebih banyak cinta. Berikut beberapa kebiasaan positif yang bisa orangtua tularkan kepada anak.

* Berperilaku baik.
Berikan contoh bagi mereka untuk dikuti. Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tuanya. Jika Anda ingin mereka untuk berperilaku sesuai dengan keinginan Anda, maka Anda harus mencontohkannya. Misalnya, membuang sampah di tempat sampah atau makan mengunyah dengan perlahan. Anak Anda secara otomatis akan belajar dan mengikuti kebiasaan tersebut.

* Bersabar.
Jika anak-anak nakal di tempat umum, bersabar dan coba kenali penalaran mereka terlebih dahulu. Jika mereka masih tidak memedulikan ucapan Anda, jangan sampai Anda mengeluarkan kata-kata kasar. Beri penjelasan pada anak dengan suara lembut namun dengan sikap yang tegas. Ingat, jangan pernah menaikkan suara apalagi melakukan kekerasan fisik seperti menampar.

* Menghormati.
Selalu memperlakukan anak-anak Anda sebagai orang dewasa. Mereka juga ingin dihormati dan dianggap penting oleh orangtua mereka. Puji mereka atas tugas yang mereka lakukan dengan baik. Libatkan anak dalam membuat keputusan terutama terkait keperluan mereka seperti dalam memilih pakaian, sepatu atau warna cat kamar mereka.

* Tidak mudah marah.
Cobalah untuk tidak memarahi anak Anda. Jika Anda kehilangan kesabaran, tetap tenang menghadapi anak Anda. Tetap tunjukkan sikap bahwa Anda sedang berusaha untuk mengajar anak Anda. Misalnya, mengatakan 'tolong' atau 'maaf' agar anak Anda tetap tahu apa yang sedang Anda coba ajarkan padanya.

* Tidak berteriak.
Jika anak Anda bertingkah di depan tamu, jangan berteriak pada mereka. Tunggu sampai tamu pergi dan kemudian jelaskan secara tegas bahwa perilaku semacam itu tadi benar-benar tidak dapat diterima jika dilakukan di depan orang lain. Dan juga, peringatkan mereka untuk tidak mengulangi perilaku itu lagi, Anda harus mengambil tindakan tegas pada mereka.

* Murah hati.
Selalu pastikan setiap kali Anda mengajarkan anak berperilaku baik, harus diikuti dengan kemurahan hati dan kebaikan. Dengan bersikap murah hati, anak akan menyadari bahwa setegas apa pun orangtuanya, cinta untuknya tidak akan berkurang. Dengan begitu, justru anak lebih mudah memahami sikap apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan karena orangtuanya tak menyukainya.


Sumber :

Penulis :
K. WAHYU UTAMI
Editor :
Wawa
BERITA LAIN: