Sabtu, 23 Agustus 2014
Finalis World Muslimah 2013 Curi Perhatian Publik
Rabu, 11 September 2013 | 06:50 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/RAHMAN INDRA

Para finalis world muslimah 2013
KOMPAS.COM/RAHMAN INDRA Para finalis world muslimah 2013
KOMPAS.com — "Assalammualaikum, my name is Naznin Sultana Lisa from Bangladesh," ujar salah seorang finalis. 

Mengenakan busana muslim warna merah jambu, dan selempang bertuliskan Bangladesh, Naznin tampil meyakinkan saat mengenalkan dirinya. Hari itu, Naznin dan 17 finalis World Muslimah 2013 lainnya secara bergantian memperkenalkan diri mereka sembari berjalan menyusuri panggung yang sudah didekor sedemikian rupa. 

Kehadiran para finalis ini tak ayal kerap membuat pengunjung mal yang berlokasi di Jl Jendral Sudirman tersebut sesekali berhenti untuk sejenak menyaksikan. Para finalis tampak memukau, balutan busana muslim modern kian menyempurnakan kecantikan mereka.

"Siapa mengira para kontestan yang memenuhi syarat dan terpilih sebagai finalis, semua punya paras yang cantik, itu sebuah nilai tambah," ujar Eka Shanty, founder dan CEO World Muslimah Foundation. 

Sedianya total 20 finalis, namun dua diantaranya belum hadir karena masih dalam perjalanan. Mereka adalah  Dayangku Rabiatul Adawiyah Binti Pengiran Haji Bolkiah dari Brunei Darussalam, dan Masoumeh Ibrahemi dari Iran. Tetapi, keduanya akan hadir pada hari pertama karantina. Sementara finalis dari AS, Ainee Fatima digantikan Nurul Husna binti Zainal Abidin dari Malaysia. 

Jika kontes kecantikan pada umumnya mengusung 3B, brain beauty dan behaviour, World Muslimah mencari perempuan muslimah dengan 3S, yakni sholehah, smart dan stylish. Seperti disampaikan Eka, tahun ini berbeda dengan dua gelaran sebelumnya, yang tak lagi menekankan pada beauty dan fashion, kini lebih ditekankan pada misi sosial dan kemanusiaan.

Selama sepekan, 11-17 September 2013, para finalis yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Nigeria, Bangladesh ini akan menjalani masa karantina. 

Dari 20, finalis nantinya akan mengerucut menjadi 10, lalu 5, dan masuk dua besar. Pada dua besar, pemenang akan ditentukan oleh 100 anak yatim. Sebagai catatan, selama menjalani masa karantina di Ciater, para finalis berinteraksi dengan anak-anak yatim dan merekalah yang menentukan siapa yang layak menjadi World Muslimah 2013. 

Di barisan juri ada Inneke Koesherawati, Puan Jamiah Syarif, pembuat kurikulum pendidikan di Malaysia, serta satu orang wakil dari Brunei. Di samping empat juri utama, juga hadir juri pengamat yang memberi masukan akan perbedaan pakaian muslim di beberapa negara dunia. 

Eka juga menegaskan, memasuki tahun ketiga, ajang pencarian Duta Muslimah dunia ini makin berupaya menyempurnakan diri. Dia sendiri mengajak dialog para tokoh agama, termasuk dalam penentuan busana seperti apa yang mesti dikenakan oleh seorang muslimah. Sebelum kemudian bekerja sama dengan sejumlah desainer. 

Mereka yang berpartisipasi dalam ajang ini, ada Bilqis Tuti Adib, Malik Moestaram, Dian Pelangi, Toera Imara, Hedia Purnama, dan brand busana muslim Zebu, Elzata, dan Upline by Hedia dan Malika. 

Malam final pemilihan World Muslimah ini akan berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, pada 18 September 2013. Anda juga bisa turut berpartisipasi dengan memilih The Most Favorite World Muslimah 2013 lewat vote di http://kom.ps/worldmuslimah.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
World Muslimah Beauty 2013
Penulis :
Rahman Indra
Editor :
D. Syafrina Syaaf
BERITA LAIN: