Kamis, 24 April 2014
Finalis World Muslimah: Cerita Aisha Dari Nigeria
Rabu, 11 September 2013 | 11:55 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/RAHMAN INDRA

Aisha, Finalis World Muslimah dari Nigeria
KOMPAS.COM/RAHMAN INDRA Aisha, Finalis World Muslimah dari Nigeria

KOMPAS.com- Dengan gayanya yang khas, perempuan berkulit gelap itu tersenyum manis sembari mengakhiri perkenalannya dengan mengucapkan 'terima kasih' dalam bahasa Indonesia. 

Aisha menjadi satu dari dua finalis asal Nigeria yang terpilih masuk dalam jajaran finalis World Muslimah 2013 yang digelar World Muslimah Foundation. Lainnya ada Obabiyi Aishah Ajibola. Hari itu di fX Sudirman, Jakarta, Aisha dan 19 finalis lainnya akan menjalani masa karantina sebelum malam final pada 18 September 2013. 

"Buat saya ini bukan sekedar kontes kecantikan biasa, World Muslimah, tidak menunjukkan kecantikan fisik, tetapi keindahan akan Islam, dan kita yang ikut serta menunjukkan talenta dan hal positif dari dalam diri seorang muslimah," ujarnya lugas saat ditemui, disela-sela acara, Selasa (10/9/2013).

Aisha tampak bersemangat dan optimistis, ia mengaku dirinya mengetahui adanya ajang ini dari seorang teman, dan kemudian mencari informasi lebih lengkap via website. Tanpa berharap akan terpilih, ia pun mendaftarkan diri. Sebelumnya, anak pertama dari tiga bersaudara ini pernah menjuarai ajang membaca Quran.  

"Tujuannya bukan untuk menang, tetapi bagaimana bisa bertemu dengan banyak perempuan muslim lain dari berbagai negara, dan kalaupun terpilih bisa menjadi inspirasi buat muslimah lainnya," tambah dia.

Buat Aisha, ajang World Muslimah sekaligus bisa menunjukkan pada publik bahwa perempuan muslim yang berjilbab juga punya daya dan mampu meraih cita-citanya. Mencapai sesuatu dan memberi manfaat buat orang banyak.  

Aisha sendiri mengaku sudah mengenakan jilbab sejak kecil. Pelajaran agama dan ajakan berjilbab datang dari ibunya. Setelah lulus sekolah menengah atas, ia mantap berjilbab dan jarang lagi membukanya.  

Kata Aisha, sebagai muslimah, tidak hanya sekedar ditentukan oleh jilbab, tapi juga karakter yang baik. Sepeti berbusana yang baik dan santun, ramah dan menjalin pertemanan dengan siapaun, serta membantu orang yang membutuhkan. 

"Saya ingin ubah perspektif tentang muslimah. Bukan sekedar berpakaian tutup, tapi ada talent dan pencapaian yang menunjukkan kecerdasan," ujarnya. 

Penulis :
Rahman Indra
Editor :
D. Syafrina Syaaf
TERKAIT: