Jumat, 1 Agustus 2014
Malam Final Puteri Indonesia 2014 Mengangkat Keindahan Kain Songket Sumatera
Jumat, 3 Januari 2014 | 18:52 WIB
|
Share:
puteri-indonesia.com

Gaun-gaun yang akan dipakai saat malam final Puteri Indonesia 2014
puteri-indonesia.com Gaun-gaun yang akan dipakai saat malam final Puteri Indonesia 2014

KOMPAS.com - Setelah memilih perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia, kini pemilihan Puteri Indonesia 2014 sudah memasuki babak baru. Sekarang, Yayasan Puteri Indonesia telah berhasil memilih 34 finalis yang akan memperebutkan mahkota Puteri Indonesia dari tangan Whulandary Herman, Puteri Indonesia 2013. 

Sedianya, malam final Pemilihan Puteri Indonesia 2014 ini akan diselenggarakan pada tanggal 29 Januari 2014 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. 

Untuk melengkapi penampilan para finalis saat melenggang di atas pentas nanti, maka didapuk lah desainer Anaz Khairunnas untuk merancang gaun-gaun finalis yang anggun dan elegan.  Anaz yang dibantu oleh sembilan orang rekannya dikabarkan bakal merancang 21 gaun. Sampai saat ini, Anaz mengaku sudah berhasil merampungkan 10 gaun. "Saya merancang gaun yang akan dipakai oleh 19 finalis dan dua orang pembawa acara," ungkap Anaz seperti dikutip dari laman resmi Puteri Indonesia. 

Sedikit memberi bocoran, Anaz akan banyak bereksperimen dengan menggunakan kain songket Sumatera. Hal ini dilakukan karena tahun ini gelaran Puteri Indonesia mengangkat tema besar “Pesona Sumatera”.

 "Pilihan warna yang saya gunakan adalah oranye dan kuning. Sedangkan cuttingnya lebih ke arah modern look dan pas badan, jadi semua gaunnya akan membentuk badan dengan sempurna," tambahnya. 

Dalam salah satu gambar yang diunggah pada laman puteri-indonesia.com ini, Anaz memberikan sampel gaun rancangannya tersebut. Dalam gambar yang memperlihatkan dirinya sedang merancang busana yang mengombinasikan bahan brokat warna kuning dengan bahan halus lainnya yang senada. Gaun berkerah V tersebut mengedepankan gaya lengan pendek dan rancangan pas badan berdetail lipit. Selain itu, perancang lokal yang berbakat ini juga tampak asyik membumbuhkan detail draperi di bagian samping gaun.

Anaz yang juga merancang gaun Whulandary Herman saat mengikuti ajang Miss Universe tahun lalu ini mengungkapkan, bahwa ia tidak akan memberikan detail busana yang berlebihan. "Saya tidak akan merancang gaun yang terlalu berlebihan. Karena menurut saya, gaun itu hanya untuk melengkapi kecantikan para pemakainya, dan bukan sebaliknya. Jadi gaun itu seharusnya tidak boleh lebih menonjol daripada finalisnya.” jelasnya.


Penulis :
Christina Andhika Setyanti
Editor :
Syafrina Syaaf
BERITA LAIN: