Selasa, 28 Maret 2017

Female

Suka Duka Barli Asmara Jadi Perancang Busana

Anggita Muslimah Salah satu perancang busana Indonesia, Barli Asmara, meluncurkan sebuah buku dalam Jakarta Fashion Week (JFW) 2017 yang bertajuk Lima Belas Warsa Barli Asmara di Antara Gemerlap Ornamentasi dalam Jakarta Fashion Week 2017 di Senayan City Jakarta, Senin (24/10/2016).

 

KOMPAS.com – Menjadi seorang perancang busana yang andal ternyata tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dilakukan dan dikorbankan untuk menghasilkan karya yang sempurna.

Hal ini diungkapkan oleh seorang perancang busana, Barli Asmara, yang telah mengarungi industri mode Indonesia selama kurang lebih 15 tahun.

“Suka dukanya banyak sekali, banyak yang harus dipikirkan selama menjadi perancang busana,” ujar Barli usai talkshow “The Journey of Wardah Fashion Award” dalam Indonesia Fashion Week 2017 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia melanjutkan, beberapa hal yang sering dipikirkannya adalah tanggung jawab yang besar terhadap semua orang disekitarnya, seperti halnya keluarga dan pegawai.

Selain itu, juga pada target penjualan, yaitu bagaimana harus bisa melakukan pemetaan dan pendekatan terhadap pelanggannya dan menargetkan penjualan.

Lalu, hal yang tersulit bagi Barli adalah membuat sebuah image.

Menurut dia, banyak orang yang beranggapan bahwa menjadi seorang perancang itu adalah pekerjaan yang nyaman. Padahal, ada banyak proses yang harus dilalui.

Namun, dari semua pengalaman yang telah dilaluinya, Barli pun tetap selalu berterima kasih dan bersyukur.

“Poin kisah kasihnya, saya hanya terus berterima kasih dan bersyukur karena apapun itu akan ada hikmahnya pada suatu hari nanti,” tambah Barli. 

Penulis: Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Editor : Shierine Wangsa Wibawa