Rabu, 29 Maret 2017

Female

Ruang Kerja Terbuka Sebabkan Performa Karyawan Memburuk

THINKSTOCK.COM Ilustrasi

KOMPAS.com – Anda masih ingat serial televisi bertajuk Mad Men? Salah satu tokoh utamanya, Don Draper, mendapatkan ide kreatif strategi pemasaran rokok dan pakaian dalam wanita di tahun 60-an dari ruang kantornya yang tertutup dan privat.

Menurut studi, apabila Draper bekerja di sebuah perusahaan kreatif era sekarang, maka dia akan mengalami hambatan inspirasi dan ide inovatif cemerlang.

Sebab, laporan dari BBC pada Januari 2017, terdapat penurunan kinerja karyawan sebanyak 15 persen pada perusahaan yang menerapkan konsep open office atau ruang kerja terbuka.

Survei pada tahun 2013 oleh perusahaan desain global, Gensler, menemukan bahwa dua dari tiga karyawan di Amerika Serikat merasa tidak bahagia dengan bunyi bising di sekeliling mejanya.

Selain itu, 53 persen responden mengaku, mereka susah berkonsentrasi karena gangguan dari rekan kerja yang mengajak bicara, berdiskusi, atau sekadar menawarkan kopi sore.

Awalnya, konsep ruang kerja terbuka ini berasal dari Hamburg, Jerman, pada tahun 50-an silam.

Tujuannya untuk memfasilitasi keterbukaan dalam bekerja yang berpengaruh baik pada tercetusnya ide atau pikiran positif untuk mendongrak penjualan produk perusahaan.

Kenyataanya, seiring waktu tujuan dan konsep tersebut tidak terwujud sesuai rencana.

Sebab, berdasarkan hasil kebanyakan karyawan justru mengalami penurunan kinerja dan terjebak dalam kebisingan sehingga sulit menelurkan ide-ide segar untuk perusahan.

Penulis: Kontributor Female, Agustina
Editor : Syafrina Syaaf
Sumber: Reader's Digest,