Rabu, 29 Maret 2017

Female

Bagaimana Cara Perbaiki Persahabatan yang Sempat Runyam di Masa Lalu?

SHUTTERSTOCK Ilustrasi

KOMPAS.com – Tak hanya pernikahan yang bisa bergulir monoton setelah berjalan menahun. Sebab, hubungan persahabatan pun bisa berjalan serupa.

Seiring waktu, persahabatan Anda dengan teman yang telah Anda kenal baik selama masa sekolah bisa berubah dan tak lagi seru seperti dulu.

Apa penyebabnya? Kehidupan.

Kualitas persahabatan banyak menurun setelah usia mencapai kepala tiga. Pernikahan, anak, pekerjaan, dan lapisan tanggung jawab membuat Anda memiliki banyak prioritas baru yang tak bisa dijalani dengan cuek.

Namun, memperbaiki dan menghidupkan kembali persahabatan bukan perkara mudah.

Irene Levine, seorang psikater dari New York University, dan penulis buku Best Friends Forever: Surviving a Breakup With Your Best Friend, mengatakan, lebih mudah menjalani persahabatan baru ketimbang memperbaiki persahabat lama yang sempat “mati”.

Apapun masalah atau konflik yang sempat terjadi di masa lalu sehingga menyebabkan kondisi persahabatan berjalan menjenuhkan selalu akan menjadi bayang-bayang.

Levine menganjurkan, sebelum menghubungi kembali sahabat lama Anda demi terus menjaga persahabatan tetap menyala, maka ada beberapa yang harus dipertimbangkan.

Cobalah pikirkan kembali apa yang membuat persahabatan Anda berakhir tawar.

Apakah Anda terlalu sibuk sehingga tak lagi berusaha untuk meluangkan waktu bertemu teman-teman?

Lalu, lihat lagi kondisi Anda sekarang, apakah masih sama? Jika ya, usaha memperbaiki keadaan dengan sahabat akan berakhir seperti yang lalu.

Kemudian, pikirkan kembali apakah renggangnya persahabatan karena teman Anda bukan pendengar yang baik dan selalu membicarakan dirinya sendiri?

“Jika Anda pikir sekarang diri Anda atau sahabat Anda akan total berubah, Anda bisa jadi hanya bermimpi,” ujar Levine.

Dia mengingatkan sebelum berusaha untuk membuat persahabatan berkualitas seperti dahulu, pastikanlah Anda sudah yakin Anda dan si sahabat menginginkan hal yang sama.

“Anda harus pasti dan yakin. Selain itu, Anda juga perlu punya rencana lain jika niatan ini gagal,” pungkasnya.

Penulis: Kontributor Female, Usihana
Editor : Syafrina Syaaf
Sumber: Scienceofus,
TAG: