Levi's The Ultimate Lift: Untuk Si Bokong Seksi
Tampilan belakang Levi's Ultimate Fit. Tersedia dalam potongan slim dan bootcut.
Selasa, 15/9/2009 | 14:11 WIB

KOMPAS.com - Apa kesamaan Beyonce, Scarlett Johansson, Jennifer Lopez, juga Salma Hayek? Yap, mungkin Anda sudah menebaknya, mereka memiliki lekuk tubuh yang terkenal. Meski media masih banyak menggunakan model dengan tubuh “lurus” seperti Kate Moss atau Victoria Beckham, namun tetap saja wanita dengan tubuh sintal dan berlekuk masih terlihat menarik.

Tak percaya? Buktinya produsen jins kenamaan, Levi’s, meluncurkan celana yang kembali merayakan lekuk tubuh wanita. Jika sebelumnya Levi’s melansir celana Curve di awal tahun ini, kali ini Levi’s mengeluarkan Levi’s Ultimate Lift. Jika Levi’s Curve dikhususkan untuk memeluk lekuk tubuh wanita yang sintal, sementara Levi’s Ultimate Lift justru menciptakan lekuk tubuh pada wanita.

Konon, Levi’s Ultimate Lift ini mampu menciptakan siluet sempurna pada bagian bokong wanita agar lebih terlihat kencang dan padat. Wah, cocok untuk mereka yang kurang percaya diri dengan bentuk rata di bagian bokong, ya?

Levi's Ultimate Lift ini akan mengangkat bagian belakang tubuh wanita mulai dari bagian pangkal paha sampai dengan bagian bokong sehingga memberikan rasa kencang dan padat, namun tetap nyaman dikenakan. Dengan material bahan bi stretch (meregang horisontal maupun vertikal) yang sempurna, jins ini dapat memberikan kebebasan bagi pemakainya untuk bergerak.

Selain itu, jins yang dibanderol dengan harga Rp 749.900 ini diperkaya dengan panel kantung depan, sedangkan bagian waistband-nya memberi siluet perut yang lebih rata. Selain itu, bagian lipit di samping juga dibuat lebih dekat dengan bagian depan, untuk memberikan efek siluet kaki terlihat jenjang dan ramping.

Anna Maria, Women’s Product Manager Levi’s Indonesia mengatakan, “Tidak ada tipuan, sumpalan, atau gaya buatan tertentu untuk mendapatkan siluet lekukan tubuh yang seksi dari jins Levi’s® Ultimate Lift. Padankan dengan sepatu high heels yang seksi, pasti mampu memberikan Anda rasa percaya diri dan gaya yang sensasional.”

Jins Levi's Ultimate Lift hadir dengan dua potongan, yaitu slim dan bootcut. Potongan slim cocok dikenakan oleh wanita yang memiliki tubuh yang ramping dan kaki yang jenjang. Sementara potongan bootcut, sangat cocok dikenakan bagi wanita yang memiliki tubuh dengan lekukan proporsional. Untuk pilihan warna, jeans ini hadir dengan pilihan warna dark indigo, hitam, dan abu–abu.


NAD
Share on Facebook
A A A
happy @ Senin, 5 Oktober 2009 | 11:15 WIB
saya beli celana jins harga 120rb langsung robek dalam 2 tahun. kalo emang suka, ya udah komit aja.jangan beli jins lagi dalam waktu dekat. toh cewek2 biar beli yang 100rb an tapi banyak. yang model ini lah yang warna itu.. sama aja kaan?
nita @ Jumat, 2 Oktober 2009 | 00:54 WIB
Ya kalo harga sih emg ga boong, soalnya gw dah pernah pake jeans dr yg harganya selangit -salah satunya nih merk- ampe yg harga pasar emperan. Potongan sih ga jauh2 bedalah, tp soal bahan n durabilitasnya emg ga bisa disamain. Intinya, kalo ada duit banyak beli yg bagus, kalo g punya duit, ya beli yg biasa2 aj.. Gitu lho Mbak2..
Pien @ Rabu, 30 September 2009 | 03:12 WIB
Kalo di bilang mahal, ya memang mahal. kalo memang mampu dan suka, silakan beli, kalo tdk ya tdk apa-apa, tdk perlu lah menggerutu yg macem-macem.
Maya @ Jumat, 25 September 2009 | 09:24 WIB
duh..pantes ga ya, beli celana segitu mahalnya? sedangkan masih banyak orang ga seberuntung kita...jadi merasa bersalah beli celana mahal2.. di Jogja celana jin 75ribu juga udah bagus.. yang penting bisa padu padannya..
julia @ Sabtu, 19 September 2009 | 01:38 WIB
waduh...dapetnya apa sih beli produk dengan harga ga masuk akal? biar dikata kaya? orang lain kagum juga enggak, ngiri iya...memuji enggak, mencibir iya... produk indonesia banyak tuh yg affordable dan juga gaya...
10 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.